detikNews
Senin 11 Maret 2019, 14:55 WIB

Cegah Kebakaran Hutan, Pemprov Sumsel Dkk Rapat Koordinasi Esok

Raja Adil Siregar - detikNews
Cegah Kebakaran Hutan, Pemprov Sumsel Dkk Rapat Koordinasi Esok Ilustrasi (dok.detikcom)
Palembang - Pemprov Sumatera Selatan mulai mempersiapkan diri jelang musim kemarau yang diprediski terjadi di bulan April mendatang. Rencananya, Pemprov bakal menetapkan status siaga Karhutla sejak dini.

"12 Maret besok kita akan lakukan rapat koordinasi. Jadi nanti tidak hanya antara Pemprov saja, tapi ada stakeholder yang terlibat. Kepala BNPB Doni Monardo pun datang," ujar Kepala BPBD iriansyah saat ditemui di kantornya, Senin (11/3/2019).

Dalam rapat tersebut, seluruh pihak akan membahas persiapan, pencegahan serta upaya penanggulangan sebelum terjadi kebakaran hutan dan lahan. Bahkan ada pula pembahasan terkait peralatan yang harus dipersipkan baik tim TNI, Polri dan pihak swasta di lapangan.

"Rencananya saat itu Pemprov langsung menetapkan status siaga bencana untuk karhutla. Sekarang surat keputusan udah ditangan Gubernur dan tinggal disahkan," katanya.

Dengan penetapan status siaga bencana karhutla lebih dini, Iriansyah pun optimis pemerintah dapat mengatasi, mencegah dan meminiimalisir terjadinya kebakaran. Apalagi Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi yang rawan terjadi karhutla.

"Wilayah ini banyak lahan gambut, kami tak ingin kembali terulang karhutla yang luasan terbakarnya mencapai ribuan itu. Pengendalian karhutla harus matang di semua kabupaten/kota, persiapan pasti harus lebih matang sebelum memasuki musim kemarau," katanya.

Sebelumnya BPBD, Pemprov dan pihak terkait telah lebih dulu memetakan titik-titik rawan karhutla. Seperti kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Muara Enim.

Secara terpisah, Komandan Lanud Sri Mulyono Helambang, Kolonel Pnb Heri Sutrisno mengaku telah menyiagakan lima helikopter untuk mengantisipasi karhutla tahun ini. Sebagian besar heli digunakan untuk waterboombing.

"Kami di Lanud siap ditugaskan, saat ini ada lima unit heli untuk waterboombing. Ke depan kami fokus pada mitigasi dan pencegahan dini, termasuk pemantauan di daerah rawan karhutla," kata Heri.

Meskipun kini belum menggunakan heli udara untuk pemantauan langsung, Heri memastikan pihaknya selalu koordinasi dengan BMKG, BPBD serta tim yang ada di lapangan.

"Sekarang masih dipantau pakai satelit dari BMKG dan BPBD. Kami juga selalu koordinasi dengan tim-tim di daerah ya untuk mengetahui kondisi terkini," kata Heri.
(ras/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed