Penjelasan Polisi soal Insiden Salah Tangkap ABG di Kebon Jeruk

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 16:20 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Telly Alvin telah meminta maaf atas insiden dugaan salah tangkap seorang ABG berinisial R (15) di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kompol Telly akhirnya membeberkan kronologi kejadian tersebut.

Peristiwa ini terjadi pukul 04.00 WIB dini hari tadi di rumah Metty, ibunda R, di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Lima anggota polisi, termasuk Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama Iptu Darto saat itu mendatangi rumah Metty untuk mengembangkan kasus penipuan.

"Jadi ada kasus penipuan kartu kredit dan ATM, korban perempuan, TKP-nya di Gandaria City. Sudah dapatlah tersangkanya 4 orang, terus pengembangannya ini ada yang diduga terlibat di situ," kata Kompol Telly saat dihubungi detikcom, Jumat (8/3/2019).

Telly mengatakan, anggotanya mendatangi rumah Metty karena berdasarkan keterangan tersangka. Selanjutnya, lima oknum menggerebek rumah Metty dini hari tadi.

Saat itu polisi juga membawa Ketua RT dan keamanan lingkungan setempat sebagai saksi. Polisi yang datang menjelaskan identitasnya sebagai anggota Polsek Kebayoran Lama, tetapi Metty tidak percaya dan tidak membukakan pintu.

"Terus ibu itu teriak-teriak minta tolong. Terus lampu kontak dimatikan, karena ibu itu sudah dibilang polisi, dipanggil RT nggak buka ibu itu," imbuhnya.
Sementara Telly tidak menjelaskan lebih lanjut soal peristiwa dugaan pemukulan yang terjadi di dalam rumah. Meski begitu, Telly meminta maaf kepada Metty atas kejadian itu.

"Ibunya tadi datang ke ruangan aku, ya udah aku minta maaf walau bagaimanapun kami meminta maaf dan tanggung jawab, tadi sebelum salat Jumat tadi berangkat ke Siloam, udah berobat, udah di-ct scan juga," jelasnya.

Telly menegaskan bahwa pihaknya dalam melakukan penggerebekan di rumah Metty sudah sesuai SOP. Oknum polisi yang datang ke lokasi juga sudah membawa surat tugas dan lain-lain.

"Ya kami sudah ada Sprint, sudah ada RT dan keamanan lingkungan juga yang kami ajak," ungkapnya.

Terkait dugaan keterlibatan R dalam kasus itu, Telly belum bisa memastikannya. Telly mengatakan pihaknya masih mendalami kasus itu.

"Kalau si anaknya itu kita masih abu-abu, bisa iya dan bisa juga tidak," tuturnya.

Sedangkan ibu korban Metty, menyatakan anaknya sama sekali tidak terlibat tindak kejahatan. Bahkan dia mengaku sudah mendapatkan permintaan maaf langsung dari Kapolsek Kebayoran Lama mengenai salah tangkap ini.

Pernyataan pihak keluarga korban salah tangkap bisa dibaca di artikel berikut ini.


(mei/fjp)