Polisi Minta Maaf atas Insiden Salah Tangkap ABG di Kebon Jeruk

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 15:26 WIB
Ilustrasi (Robby Bernardi/detikcom)
Ilustrasi (Robby Bernardi/detikcom)
Jakarta - Seorang ABG berinisial R (15) diduga menjadi korban salah tangkap dan dianiaya oknum Polsek Kebayoran Lama. Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Telly Alvin meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Tadi ibunya datang ke ruangan saya, ya bagaimanapun kami menyampaikan permintaan maaf dan akan tanggung jawab," kata Telly saat dihubungi detikcom, Jumat (8/3/2019).

Telly menyampaikan pihaknya bertanggung jawab dengan membawa korban ke rumah sakit.

"Kita tanggung jawab, tadi setelah salat Jumat tadi langsung berangkat ke RS Siloam, udah berobat dan udah CT scan juga," lanjutnya.

Sebelumnya, lima oknum Polsek Kebayoran Lama mendatangi rumah Metty di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Korban saat itu sedang tidur bersama anaknya, R (15).



Kelima oknum memaksa masuk ke rumah. Metty mengira yang bertamu adalah perampok, sehingga dia ketakutan dan berteriak meminta tolong.

Soal penggerebekan itu, Telly menjelaskan pihaknya memang tengah mengembangkan kasus penipuan. Polisi sudah menangkap 4 pelaku dan salah satunya berkembang dengan menunjuk ke rumah Metty.

"Pengembangannya itu ada yang diduga terlibat di situ, sehingga datanglah anggota ke situ dan membawa RT juga," kata Telly.

Anggota yang datang saat itu sudah menjelaskan identitas mereka adalah polisi. Namun Metty tidak percaya sehingga polisi mendobrak rumahnya.

"Nah si anaknya (R) ini pun lari, nggak tahu kenapa anak ini lari," sambung Telly.

Karena melihat R lari, terjadilah penganiayaan tersebut. Selanjutnya, setelah insiden itu, Metty bersama putranya ke Polsek Kebayoran Lama.

Di sana, Metty bertemu dengan Telly. Setelah mendapatkan penjelasan, akhirnya R diperbolehkan pulang.

Lebih jauh soal dugaan keterlibatan R, Telly mengaku pihaknya masih mendalami kasus itu. Polisi sendiri bergerak ke rumah Metty berdasarkan keterangan tersangka yang mengaku mengenal R.

"Si tersangka kenal sama anak ini, anak ini nggak ngaku (kenal). Itulah masih abu-abu, saya nggak bisa bilang 'iya' dan 'tidak' juga (soal dugaan keterlibatan R dalam kasus itu)," pungkas Telly.

Sedangkan ibu korban Metty, menyatakan anaknya sama sekali tidak terlibat tindak kejahatan. Bahkan dia mengaku sudah mendapatkan permintaan maaf langsung dari Kapolsek Kebayoran Lama mengenai salah tangkap ini.

Pernyataan pihak keluarga korban salah tangkap bisa dibaca di artikel berikut ini.

(mei/fjp)