detikNews
Selasa 05 Maret 2019, 17:41 WIB

Penjual Cakwe Nur Wahid Habiskan Rp 250 Juta untuk Kampanye Caleg

Isal Mawardi - detikNews
Penjual Cakwe Nur Wahid Habiskan Rp 250 Juta untuk Kampanye Caleg Foto: Nur Wahid (Isal Mawardi-detikcom)
Bekasi - Nur Wahid (47) menghabiskan uang Rp 250 juta untuk pertarungan dirinya dalam pencalonan sebagai anggota DPRD Kota Bekasi. Uang tersebut merupakan hasil jerih payahnya berjualan cakwe dan sebagian diperoleh dari donatur.

"Perkiraan hanya Rp 250 juta. Ya total (dana terkumpul) dari jualan cakwe, bantuan teman, saudara," kata Nur Wahid ditemui di kediamannya di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (5/3/2039).

Uang tersebut digunakan untuk membuat alat peraga kampanye (APK). Nur Wahid juga menghabiskan sebagian dana untuk sosialisasi kampanye dirinya ke kecamatan yang menjadi Dapil-nya.

"Buat APK sekitar Rp 70 jutaan, buat sosialisasi habislah Rp 100 jutaan, sisanya buat lainnya," imbuhnya.

Berbagai macam cara sosialisasi ke warga dilakukan oleh Nur Wahid, di antaranya dengan memberikan fogging gratis, menyambangi warga secara door to door, hingga program cakwe gratis setiap Jumat.

"Gratis, kalau saya sosialisasi pasti bawa cakwe gratis," imbuhnya.

Nur Wahid mengaku tertarik terjun ke dunia politik karena ingin mensejahterakan orang miskin dan pedagang kecil. Sebelum mencalonkan diri pada pemilu 2019, Nur Wahid mengaku sempat mendapat tawaran untuk nyaleg pada pemilu 2014 lalu.

"Saya dikasih tahu sama teman-teman, kenapa nggak nyaleg? Tahun 2014 banyak yang nawarin, PKB juga nawarin, terbesitlah (untuk mendaftarkan) DPRD Kota Bekasi," sambungnya.

Nur Wahid mencalonkan diri melalui partai Gerindra. Dia memilih Gerindra karena merasa satu visi-misi.

"PKS sama Gerindra saya pikirin, saya yakini itu setelah Pilkada DKI saya memang orangnya nasionalis religius. PKS di hati sebenarnya ada, cuma saya meyakini Prabowo," ungkapnya.



Awal Maret 2018 dia mendaftarkan diri ke partai Gerindra. Menurutnya, Gerindra menerimanya dengan baik dan tidak meminta mahar atas pencalonanya itu.

"Maret 2018 saya ke (kantor) Gerindra, ngobrol-ngobrol, daftar jadi caleg, udah setahun itu. Yaa diterima (oleh Gerindra) dengan baik," sambungnya.

Terjun ke dunia politik bukan tanpa pertaruhan. Tetapi, Nur Wahid mengaku siap bertarung dengan risiko terburuk sekalipun, jika gagal dalam Pemilu 2019.

"Ya itulah namanya di dunia politik harus siap mental. Ya udah usaha bertahun-tahun ya udah siap segalanya apapun kemungkinannya harus siap," tuturnya.

Nur Wahid mengaku ingin menjadi anggota dewan agar bisa memperbaiki kehidupan kalangan masyarakat ekonomi bawah. Dia berjanji akan memperjuangkan para pedagang kecil yang senasib dengan dirinya.

"Nanti saya lagi dewan melalui anggaran akan dialokasikan untuk itu, untuk menempatkan tempat-tempat dagang yang layak seperti pusat perdagangan rakyat gitu kan supaya nggak diusir-usir. Nanti itulah supaya dia bisa berjualan dan tidak mengganggu fasilitas umum," sambungnya.



Tonton juga video Asa Driver Ojol Menuju Senayan:

[Gambas:Video 20detik]


(mea/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed