detikNews
Sabtu 02 Maret 2019, 15:50 WIB

Ada Mosi Tidak Percaya, LIPI Bantah Komersial dan Pelayanan Menurun

Jabbar Ramdhani - detikNews
Ada Mosi Tidak Percaya, LIPI Bantah Komersial dan Pelayanan Menurun Suasana pertemuan peneliti dengan dan Kepala LIPI Laksana Tri Handoko (Foto: Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Sejumlah profesor riset dan peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melayangkan mosi tidak percaya terhadap Ketua LIPI Laksana Tri Handoko. LIPI menyesalkan adanya mosi tidak percaya tersebut.

"Kami menyesalkan karena banyak pernyataan yang disampaikan tidak sepenuhnya benar dan saat ini Tim Penyelaras sedang melaksanakan tugasnya untuk memetakan kerangka kerja penyelesaian polemik reorganisasi LIPI," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI selaku Pelaksana Harian Kepala LIPI, Agus Haryono, dalam keterangannya, Sabtu (2/3/2019).

Agus mengatakan seluruh kegiatan penelitian serta pelayanan LIPI kepada masyarakat berjalan normal. Diketahui, KemenPAN-RB dan Kemenristekdikti, BKN, dan LIPI tengah membentuk tim penyelaras.


"Tim akan memberikan rekomendasi alternatif penyelesaian serta usulan kebijakan akhir yang obyektif dan komprehensif sesuai koridor regulasi yang ada," jelas Agus.

Agus juga menjelaskan soal keterlambatan gaji dan tunjangan di bulan Januari. Dia mengatakan keterlambatan di beberapa satuan kerja disebabkan ada proses penyatuan gaji dan migrasi ke bank persepsi yang memerlukan waktu.

Dia mengatakan hal ini tak akan terulang di Maret dan bulan selanjutnya. Dan penyatuan pengelolaan gaji akan mempermudah pengelolaan keuangan agar lebih efektif dan efisien.


Agus juga membantah terjadi komersialisasi aset di LIPI. Menurutnya LIPI melakukan optimalisasi aset dengan mekanisme sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan (KSP), bangun guna serah (BGS), atau Bangun Serah Guna (BSG), dan Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI).

Dia menambahkan, optimalisasi aset bertujuan memperoleh fasilitas yang diperlukan dalam rangka menunjang tugas dan fungsi instansi pengguna barang dan mencegah penggunaan aset oleh pihak lain secara tidak sah. Selain itu juga untuk mengoptimalkan daya guna dan hasil guna aset, meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta mendapatkan bangunan dan fasilitas yang memadai bagi penyelenggaraan pemerintahan negara untuk kepentingan pelayanan umum.

Agus menyatakan segala bentuk optimalisasi dan pemanfaatan aset yang dilakukan oleh LIPI mengacu pada ketentuan yang diatur dalam UU 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, PP 27/2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, Permenkeu 78/PMK.06/2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan Barang Milik Negara, dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57/PMK.06/2016 tentang ata Cara Pelaksanaan Sewa Barang Milik Negara.


"Untuk besaran sewa Auditorium LIPI saat ini sedang dilakukan penilaian oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI. Hasil dari biaya sewa semuanya akan masuk ke kas negara," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan profesor riset dan peneliti utama LIPI melayangkan mosi tidak percaya terhadap Handoko. Mereka menilai Handoko mengingkari kesepakatan tentang pengkajian ulang kebijakan reorganisasi.

"Kepala LIPI ternyata tidak menepati janji untuk menghentikan reorganisasi dan redistribusi sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil oleh kedua belah pihak dan imbauan tersebut," kata perwakilan profesor dan peneliti LIPI, Hermawan Sulistyo, di gedung Widya Graha lantai 7, LIPI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/2).


Hermawan mengatakan ada sembilan alasan lain yang melatarbelakangi munculnya mosi tidak percaya tersebut. Profesor dan peneliti menilai saat ini sistem dan tata kelola internal LIPI telah rusak, pelayanan publik LIPI juga merosot, dan reputasi LIPI sebagai pemegang otoritas keilmuan hancur.

Lantaran berbagai alasan tersebut, para profesor dan peneliti LIPI menyatakan tak percaya pada kepemimpinan Handoko. Karena itu, mereka mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberhentikan Handoko.
(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed