detikNews
Senin 25 Februari 2019, 22:57 WIB

Bela Jokowi yang 'Dikerdilkan', TKN: Rizal Ramli Tinggalkan Netralitas

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Bela Jokowi yang Dikerdilkan, TKN: Rizal Ramli Tinggalkan Netralitas Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin membela Jokowi karena dikritik oleh ekonom Rizal Ramli (RR). TKN menyebut Rizal mulai meninggalkan netralitasnya dalam membuat analisis.

"Pak RR tidak mendalami secara utuh kebijakan Pak Jokowi secara menyeluruh dan, sayang sekali, dapat terkesan terjebak dalam kepentingan pragmatis salah satu kelompok, dan karenanya bisa saja dianggap meninggalkan netralitasnya dalam membuat analisis yang biasanya tajam sebagai seorang intelektual," kata Wakil Ketua TKN Johnny G Plate kepada wartawan, Senin (25/2/2019).


Menurut Johnny, tidak tepat jika Rizal menyarankan pemerintah merampas konsesi yang telah diberikan kepada korporasi. Johnny mempertanyakan saran Rizal tersebut.

"Tidak juga tepat jika Pak RR menyarankan pemerintah untuk membatalkan atau merampas kembali konsesi yang telah diberikan oleh negara, dalam hal ini pemerintahan sebelumnya, kepada korporasi. Apakah langkah tersebut itu layak dan benar?" tanya Johnny.

Menurut Johnny, Jokowi melakukan moratorium konsesi baru dengan tetap menghormati konsesi lama milik korporasi. Jokowi disebutnya juga melakukan percepatan secara masif untuk menyerahkan sertifikat tanah agar rakyat mendapatkan manfaat ekonomi.


"Pak Jokowi melakukan moratorium konsesi baru dan dengan tetap menghormati konsesi lama yang telah diberikan kepada korporasi (kecuali ada yang ingin mengembalikannya) dan berpihak pada rakyat kecil melalui kebijakan perhutanan sosial, yakni redistribusi aset (konsesi lama yang telah berakhir atau lahan hutan yang masih mungkin dikelola) pada rakyat kecil melalui koperasi dan kelompok tani," ujar Johnny.

"Pak Jokowi juga melakukan percepatan dan secara masif melakukan sertifikasi tanah milik rakyat agar mendapatkan legal status dan dapat digunakan untuk mendapatkan manfaat ekonomi, seperti jaminan atas pembiayaan kredit atau pinjaman," lanjutnya.

Politikus NasDem ini menilai kebijakan Jokowi tersebutlah yang diharapkan oleh masyarakat dan tidak dijadikan bahan nyinyir para elite politik.


"Kebijakan seperti inilah yang diharapkan oleh masyarakat. Dan tentu bukan untuk dinyinyir oleh elite politik, apalagi elite yang telah terkontaminasi dengan lebih mengutamakan kepentingan pragmatis di atas kepentingan bersama sebagai bangsa," ucap Johnny.

Sebelumnya, Rizal Ramli mengkritik pidato capres Joko Widodo (Jokowi) soal konsesi tanah untuk dikembalikan ke negara. Rizal menyebut pemilik lahan terbesar justru berada di sekeliling Jokowi.

"Saya mohon maaf, dari pidato itu menunjukkan bahwa (pemikiran) Presiden Jokowi kerdil karena pemilik tanah yang paling besar ada di sekitarnya," ujar Rizal Ramli dalam jumpa pers di Jalan Tebet Barat Dalam IV No 7, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).


Rizal menyarankan Jokowi untuk mengambil semua lahan dengan konsesi yang besar itu secara adil. Karena, menurutnya, kebanyakan pemilik lahan tersebut merupakan pendukung Jokowi.

"Ambil saja semua tanah yang dimiliki, kebanyakan itu pemiliknya pendukung Jokowi, dibagi sama rakyat, itu baru hebat. Di Amerika (Selatan) banyak yang kaya gitu, tanah orang kaya diambil semua dibagiin ke rakyat," sambung dia.

"Makanya saya sudah mulai kesal, harusnya presiden tuh man of honor, kebijakannya berlaku untuk semua. Bukan orang per orang ditargetin," lanjur Rizal.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(azr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed