detikNews
Kamis 21 Februari 2019, 17:46 WIB

Dianggap Mengganggu, Pemandu Lagu di Trotoar Melawai Ditertibkan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Dianggap Mengganggu, Pemandu Lagu di Trotoar Melawai Ditertibkan Ilustrasi Melawai (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menertibkan belasan pemandu lagu di kawasan Melawai, Jakarta Selatan. Para pemandu lagu itu dianggap mengganggu karena mengajak pelanggan dari atas trotoar.

"Ada laporan dari masyarakat lewat kanal CSM, dia bilang itu di Melawai ada cewek gitu teriak ngajak karaoke sama orang Jepang. Nggak boleh gitu, yang benar kan mereka (pelanggan) datang sendiri. (Pemandu lagu) memanggil di depan usaha dan ada trotoar," ucap Ketua Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Anang Hasbullah, saat dihubungi, Kamis (21/2/2019).



Tim dari Disparbud DKI Jakarta mendatangi lokasi pada Rabu (20/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Petugas kemudian meminta pemandu lagu kembali masuk ke tempat usaha karaoke.

"Kita suruh mereka masuk dan tidak boleh kembali ke trotoar," ujar Anang.



Anang menjelaskan pemandu lagu itu sering menggunakan bahasa Jepang saat mengajak pelanggan masuk. Mereka berasal dari empat atau lima tempat karaoke di kawasan Melawai.

"Tapi tidak semuanya tempat karaoke, paling ada empat atau lima. Satu karaoke tiga atau empat, pakai bahasa Jepang," kata Anang.

Perempuan itu dianggap melanggar Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. "Ketertiban umum, orang dagang di trotoar saja nggak boleh, apalagi teriak-teriak," ucap Anang.

Agar pemilik karaoke tidak mengulangi perbuatannya, manajemen diminta datang ke kantor Dinas Pariwisata DKI Jakarta pada Jumat (22/2) untuk membuat pernyataan.

"Kita pembinaan, setelah dibina, memastikan tidak lakukan hal sama. Artinya, ada garansi ke kita, mereka buat pertanyaan," kata Anang.
(aik/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com