detikNews
Kamis 21 Februari 2019, 16:57 WIB

Bebaskan Warga Wakatobi yang Disandera Abu Sayyaf, Polri: Dengan Negosiasi

Audrey Santoso - detikNews
Bebaskan Warga Wakatobi yang Disandera Abu Sayyaf, Polri: Dengan Negosiasi Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Zakia/detikcom)
Jakarta - Polri mengatakan upaya pembebasan dua warga negara Indonesia (WNI) asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang diculik kelompok teroris Abu Sayyaf dilakukan dengan negosiasi. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), ujar Dedi, menjadi leading sector dalam upaya pembebasan ini.

"Sebenarnya ini yang bisa menjelaskan Humas Kemenlu. Dia sebagai leading sector. Dari Kemenlu, KBRI, bekerja sama dengan pemerintah Filipina melakukan negosiasi ke kelompok tersebut," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2019).



Dedi menjelaskan, dalam menangani penculikan WNI oleh kelompok radikal di luar negeri, Kemlu biasanya berkoordinasi lintas instansi, seperti TNI-Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN). Dia menambahkan pemerintah akan mengambil langkah humanis dan persuasif.

"Dari Kemenlu akan mengundang TNI, Polri, BIN dalam rangka mengedepankan langkah-langkah diplomasi secara humanis, persuasif, menyelamatkan WNI dari sekapan Abu Sayyaf," ujar Dedi.



Diketahui hingga saat ini Hariadin dan Heri masih dalam penyanderaan. Mereka adalah warga Dusun La Bantea, Desa Kalimas, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi.



Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar Rp 10 miliar. Gubernur Sultra Ali Mazi mengaku sudah mendapatkan kabar tersebut.

Ali mendapat kabar melalui video yang beredar di sosial media dengan durasi 30 detik. Kedua korban diduga telah disandera sejak Desember 2018.
(aud/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed