DetikNews
Rabu 20 Februari 2019, 23:37 WIB

Sebut Tukang Bohong Calon Ahli Neraka, Ma'ruf: Terkait Maraknya Hoax

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Sebut Tukang Bohong Calon Ahli Neraka, Maruf: Terkait Maraknya Hoax Ma'ruf Amin (Eva Safitri/detikcom)
Makassar - Calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin menyebut seorang yang tukang bohong ialah calon penghuni neraka. Lantas siapa yang disindir oleh Ma'ruf Amin?

"Itu dikaitkan dengan maraknya hoax ini kan sikap orang-orang yang ingin memperjuangkan pahamnya, keinginannya tanpa dia itu, apa namanya itu, menggunakan cara-cara yang benar, cara yang demokratis, konstitusional, cara yang santun yang tidak menimbulkan kegaduhan," kata Ma'ruf Amin di sela kunjungannya di Makassar, Sulsel, Rabu (20/2/2109).


Tanpa menyebut secara jelas siapa pihak yang dimaksud sebagai pembohong, Ma'ruf Amin lantas mengatakan bahwa hal ini berkaitan dengan berita-berita hoax yang marak beredar di masyarakat.

"Nah, karena itu perlu dicegah hoax-hoax ini dengan adanya gerakan antihoax dan menurut agama kebohongan itu membawa kepada perbuatan menyimpang," kata dia.

"Dan perbuatan menyimpang itu membawa orang masuk neraka, berarti kebohongan itu adalah menyeret orang masuk neraka. Karena itu, jangan ada menggunakan hoax, sebab orang yang membuat hoax itu calon ahli neraka," sambungnya.

Sebelumnya, Ma'ruf Amin menyebut para pembohong adalah calon ahli neraka. "Kebohongan membawa ke neraka dan tukang bohong calon ahli neraka," kata Ma'ruf Amin dalam sambutannya di acara Dialog Kebangsaan di Makassar.


Ma'ruf juga menyebut bahwa salah satu sifat yang tercela adalah menyebarkan hoax dan fitnah ke masyarakat. Bahkan, meski seseorang memiliki niat yang baik, tetapi jalan yang ditempuh salah, maka hal itu juga tidak boleh.

"Tidak boleh dengan cara berbohong. Tidak boleh," tegas dia.

Dikatakannya, penyebaran hoax dan fitnah akan berefek pada rusaknya watak masyarakat. Padahal saat ini, kata dia, pemerintah terus berupaya membangun karakter bangsa dengan baik dan hal itu tertuang dalam program Presiden Jokowi, yaitu revolusi mental.

"Kita berjuang dengan santun dan jujur dan tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat," ujar dia.
(fiq/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed