DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 20:04 WIB

Polemik Lahan Prabowo yang Lebih Luas dari Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Polemik Lahan Prabowo yang Lebih Luas dari Jakarta Prabowo Subianto (Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto menguasai lahan yang areanya lebih luas dari Provinsi DKI Jakarta. Penguasaan lahan seluas 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh Tengah itu pun kemudian menjadi polemik.

Persoalan lahan yang dikuasai Ketum Gerindra itu terkuak pada saat debat kedua pada Minggu (17/2) malam. Adalah capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang mengungkap perihal penguasaan lahan tersebut.

Jokowi menyinggung penguasaan lahan tersebut saat menjawab soal pembagian sertifikat tanah yang kerap dilakukannya. Prabowo saat itu menyindir apa yang dilakukan Jokowi berdampak pada tiadanya lahan bagi anak-cucu kelak.

"Kita tidak memberikan kepada yang gede-gede," ucap Jokowi.

"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," imbuhnya.


Lahan dengan total luas 340 ribu hektare itu lebih besar daripada DKI Jakarta. Luas Provinsi DKI Jakarta hanyalah 662,33 kilometer persegi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Untuk membandingkan luas lahan yang dimiliki Prabowo dengan luas DKI Jakarta, maka harus mengubah satuan luasnya menjadi kilometer persegi. Luas 1 hektare lahan setara dengan 0,01 km2, sehingga 340 ribu hektare lahan sama dengan 3.400 km2.

Jika 3.400 km2 dibagi dengan 662,33 km2, hasilnya 5,13. Artinya, lahan yang dikelola Prabowo setara dengan lima kali luas DKI Jakarta.

Prabowo pun lantas menjelaskan bahwa tanah yang dimilikinya itu berstatus HGU (hak guna usaha). Karena itu, lanjut dia, tanah tersebut bisa sewaktu-waktu diambil negara.

Menurut Prabowo, akan lebih baik jika tanah tersebut dikelola dirinya. Sebab, Prabowo tak rela jika tanah negara itu jatuh ke tangan asing.

"Tapi adalah HGU. Adalah milik negara. Jadi setiap saat negara bisa ambil kembali. Kalau untuk negara, saya rela mengembalikan itu semua. Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola. Karena saya nasionalis dan patriot," tutur Prabowo.


Hal senada disampaikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. BPN pun sepakat lahan itu sudah sepantasnya dikelola oleh sang capres daripada jatuh ke tangan asing.

"Jadi kita bersyukur bahwa itu jatuh ke tangan Pak Prabowo melalui suatu proses lelang. Jadi Pak Prabowo justru menyelamatkan aset bangsa. Coba bayangkan yang tidak terselamatkan yang kemudian jatuh ke tangan asing," kata Fadli.

Penguasaan lahan oleh Prabowo itu pun mendapat kecaman dari berbagai pihak, salah satunya Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. TKN menyebut Prabowo tak layak lagi menggembar-gemborkan soal kesenjangan sosial lantaran masuk dalam segelintir orang yang menguasai kekayaan negara seperti yang selama ini eks Danjen Kopassus itu gembar-gemborkan.

"Selama ini Pak Prabowo bicara soal kesenjangan sosial, terakumulasinya 1 persen termasuk aset tanah dan kekayaan hanya di 1 persen rakyat Indonesia saja. (Ternyata) Pak Prabowo bagian dari 1 persen orang superkaya yang kuasai aset negara," ujar Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni, kepada wartawan, Senin (18/2/2019).

Baca Juga: Cerita 30 Pakar di Lingkaran Debat Prabowo
(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed