DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 18:54 WIB

Polling Pilpres Para Syndicate: Jokowi 60,5%-Prabowo 39,5%

Matius Alfons - detikNews
Polling Pilpres Para Syndicate: Jokowi 60,5%-Prabowo 39,5% Foto: Matius Alfons/detikcom
Jakarta - Para Syndicate mengadakan polling Pilpres 2019 lewat aplikasi calegpedia.id. Hasilnya, capres petahana Joko Widodo unggul dengan angka 60,5% dan capres Prabowo Subianto meraih 39,5% suara.



Polling dibuka sejak Sabtu (16/2) dan ditutup sore ini. Populasi polling pilpres ini merupakan pengguna aplikasi calegpedia.id. Jumlah pengguna aplikasi tersebut sebanyak 600 orang dan hanya 200 orang yang mengikuti polling.


Polling Pilpres Para Syndicate: Jokowi 60,5%-Prabowo 39,5%Foto: Matius Alfons/detikcom

Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo mengatakan pihaknya hanya menyodorkan dua pilihan kepada pengguna aplikasi. Menurut dia, dalam setiap survei, biasanya selalu ada responden yang belum menentukan suara.

"Kalau hasil survei itu kita convert ke angka-angka absolut, tanpa ada pilihan ketiga, saya pikir Pak Jokowi sudah ada di angka kisaran 60 persen dan Pak Prabowo di angka 40 persen. Itu kalau kita mau konversi hasil-hasil survei dari beberapa lembaga kita konversi ke nilai absolut, nilai hasil survei kemarin kan relatif ada kelompok masyarakat yang belum menentukan suara dan mereka memang membaca dari populasi pemilih," kata Ari di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2019).



Ari mengatakan polling ini tidak bisa menggambarkan elektabilitas kedua capres karena tidak memakai metodologi yang lebih jelas. Ari menyebut metode yang digunakan dalam polling ini sangat sederhana.

"Ini hanya metode sederhana yang menggunakan aplikasi silakan polling. Seperti ibaratnya ada 600 orang penonton bioskop kita lakukan polling, dan 200 orang memberikan vote atau polling. Itu artinya paling tidak mewakili suara dari 600 orang," ujar dia.

Terlepas dari itu, Ari menjelaskan polling tersebut menjadi ajang masyarakat untuk belajar demokrasi. Meskipun hasilnya berbeda-beda, Ari menyebut masyarakat mulai mengerti terkait rasionalitas pemilihan.

"Kami tidak mewakili populasi, tapi hanya membaca, coba kalau pengguna aplikasi suruh polling dan alhamdulillah memang sama dengan hasil survei kebanyakan. Jadi sebanding, sehingga kami merasa memang masyarakat kita mulai belajar demokrasi, mulai belajar bagaimana demokrasi itu rasionalitas pemilihan. Jadi menarik ini, katakan seadanya dengan polling ini, hasilnya tidak beda-beda," ujar dia.
(knv/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed