detikNews
Senin 18 Februari 2019, 13:46 WIB

Satu Remaja Tewas Kena Luka Bacok Akibat Tawuran di Bekasi

Isal Mawardi - detikNews
Satu Remaja Tewas Kena Luka Bacok Akibat Tawuran di Bekasi Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom
Jakarta - Tawuran antar-remaja terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Tawuran tersebut mengakibatkan satu orang tewas akibat luka senjata tajam.

"Iya benar itu ada tawuran, korban meninggal satu (orang)," ujar Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing, ketika dihubungi, Senin (18/2/2019).

Korban tewas yakni remaja berinisial F (18). Polisi tidak menjelaskan lebih detil soal korban tawuran tersebut.

Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Agung, mengatakan tawuran terjadi di Jalan KH Agus Salim, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (18/2) pada pukul 01.30 WIB.



"Itu (tawuran) masih dalam lidik. Polres (turut) andil, kita ikut menyelidiki juga," ujar Agung.

Ketua RT 4/RW 7 Bekasi Jaya, Suryadi, mengatakan F adalah salah satu warganya. Dia terkena luka bacok pada bagian kepala.

"Di bagian kepala dan belakang. Kena clurit," ujar Suryadi.

Korban dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, untuk diautopsi. "Korban dibawa ke RS Mekarsari jam 2. Dari Rumah Sakit Mekarsari langsung ke RS Polri. Tawurannya di SMP 3," ujar Suryadi.


Saksi mata, Adi Wiyantoro, sempat melihat detik-detik tawuran yang menewaskan F itu. F sempat melemparkan senjata tajam yang dia bawa ke arah lawan yang mengejarnya.

"Korban itu melawan, pas kejadian itu dia mau ngelawan. Dia buang senjata, senjata dilemparin ke musuh. Pas gitu, dia udah nggak bawa senjata, musuh nguber, dia kena bacok jatuh, tersungkur, terus dibacokin," ujar Adi di Kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (18/2/2019).

Adi tidak mengetahui persis profil kedua kubu yang bentrok. Hanya saja, ia melihat terdapat 15 orang di masing-masing kubu.

"Masing-masing kubu itu 15 orang-15 orang. Pada bawa senjata semua, celurit, gear, parang, ada yang bawa samurai, ada yang bawa bambu," ujar Adi.

Melihat korban tak berdaya, para pelaku melarikan diri. Korban kemudian diselamatkan oleh teman-temannya, dibawa ke rumah sakit.

"Temannya satu orang datang bawa motor. Nyamperin korbannya ini masih bangun naik motor. Korbannya udah lemah, langsung dibawa ke RS Mekarsari. Mungkin di Mekarsari kehabisan darah, nggak ketolong," ujar Adi.

"(Ciri-ciri pelaku tawuran) paling sekitar SMP kelas 1 sampai kelas 3 SMP lah. Umur 16 sampai 20 tahun lah," ujar Adi.

Tawuran, kata Adi, berlangsung 15 menit. Ia tak berani mendekat saat korban di keroyok karena pelaku tawuran membawa senjata tajam.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com