DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 11:36 WIB

Ramai Uninstall BukaLapak, Rommy: Jangan Campur Aduk Bisnis & Politik

Akfa Nasrulhak - detikNews
Ramai Uninstall BukaLapak, Rommy: Jangan Campur Aduk Bisnis & Politik Foto: PPP
Jakarta - Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy menyayangkan ramainya perdebatan #UninstallBukaLapak di media sosial beberapa hari terakhir ini. Menurutnya, perdebatan yang kontraduktif ini terjadi karena terlihat adanya campur aduk antara bisnis dan politik.

"Insiden #UninstallBukaLapak menjadi catatan bagi seluruh pelaku bisnis di dunia maya untuk tidak mencampuradukkan antara bisnis jasa di dunia maya dengan politik," kata Rommy, dalam keterangannya, Senin (18/2/2019).


Rommy mengingatkan bahwa di tahun politik seperti saat ini, masyarakat khususnya netizen di dunia maya sangat sensitif. Mereka mudah terpengaruh dengan berbagai isu yang bersinggungan dengan politik. Makanya ia menyarankan agar bisnis di dunia maya, termasuk pengelola marketplace Bukalapak, menghindari isu yang bisa membelah netizen.

"Netizen itu highly sensitive. Makanya, bisnis jasa di dunia maya haruslah menghindari keterbelahan netizen. Apalagi investor BukaLapak juga dari berbagai negara," katanya.


Rommy menyebut pro kontra di dunia maya bisa membuat rating sebuah situs komersial terganggu dan insiden ini akan mengirim pesan buruk kepada investor lain di seluruh dunia. Akhirnya yang mengalami kerugian ada di pelaku usaha itu sendiri.

Oleh karenanya, Rommy meminta marketplace agar ke depannya perlu ada kode etik ataupun kontrak yang jelas agar investasi di Indonesia tidak berpihak secara politik dalam kontestasi apapun.


Simak Juga 'Jokowi Tanggapi Cuitan Kontroversial CEO Bukalapak':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed