detikNews
Selasa 12 Februari 2019, 21:33 WIB

Hingga Februari 2019, Terdapat 13.683 Kasus DBD di Indonesia

Tia Reisha - detikNews
Hingga Februari 2019, Terdapat 13.683 Kasus DBD di Indonesia Foto: thinkstock
Jakarta - Secara nasional, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin bertambah. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, jumlah kasus DBD per 29 Januari 2019 mencapai 13.683 dengan jumlah meninggal dunia 133 jiwa.

Jumlah tersebut pun terus bertambah ditandai dengan jumlah kasus DBD hingga 3 Februari 2019 yang mencapai 16.692 kasus dan 169 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Kasus terbanyak ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, dan Kupang.

Sementara itu, terhitung sejak minggu pertama 2018 hingga minggu pertama 2019, distribusi penyakit suspek DBD tertinggi berada di Jawa Timur dengan jumlah suspek DBD 700 orang, diikuti Jawa Tengah dengan suspek 512 orang, dan Jawa Barat dengan suspek 401 orang. Suspek DBD diartikan kasus DBD yang terjadi belum tentu positif tapi sudah harus menjadi kewaspadaan bagi masyarakat dan pemerintah.

Menurut Direktur Jenderal Pecegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono, DBD memiliki diagnosa. Ada yang hanya di tahapan klinis dengan tanda panas pada penderita, kemudian ada tanda-tanda perdarahan. Ada juga Dengue Shock Syndrome (DSS), yakni kondisi dari demam berdarah yang sudah masuk kepada tahapan syok.


Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes RI melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi untuk tetap siaga menghadapi kasus DBD. Melalui surat edaran tersebut, setiap daerah diimbau untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Penyakit ini sangat diwaspadai bukan hanya karena bisa merenggut nyawa, tapi biaya yang diperlukan untuk pengobatannya pun terbilang mahal. Untuk itu, setiap orang dianjurkan memiliki asuransi kesehatan agar mendapatkan perlindungan kesehatan.

Salah satu asuransi kesehatan terpercaya adalah Asuransi Mandiri Kesehatan Prima dari AXA Mandiri. Melalui asuransi ini, AXA Mandiri memberikan solusi asuransi yang dibutuhkan melalui program asuransi keluarga dengan layanan terbaik.

Asuransi ini juga memberikan berbagai kemudahan seperti perlindungan kesehatan dengan layanan terbaik dari rumah sakit swasta, dokter umum, dan dokter spesialis. Ada juga seleksi kesehatan yang sederhana, yakni hanya perlu menjawab 3 pertanyaan kesehatan di surat permintaan asuransi kesehatan tanpa harus melakukan medical check-up.


Kemudahan lainnya adalah perlindungan kesehatan khusus untuk kondisi-kondisi yang sudah ada sebelumnya (pre-existing condition) setelah melewati 3 tahun masa tunggu, kecuali untuk plan enhanced yang memberikan manfaat atas kodisi yang telah ada sebelumnya/pre-existing condition sebesar Rp 3 juta per tahun.

Asuransi Mandiri Kesehatan Prima pun merupakan rencana atau plan perlindungan kesehatan pilihan hingga di seluruh dunia dengan minimum premi sesuai usia tertanggung dan plan yang dipilih. Nantikan persembahan istimewa dari AXA Mandiri untuk nasabah Asuransi Mandiri Kesehatan Prima di bulan Februari.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed