DetikNews
Senin 11 Februari 2019, 15:10 WIB

Sidang Suap Izin Meikarta

Sadapan Ungkap Pertemuan James Riady-Bupati Bekasi Bukan Kebetulan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sadapan Ungkap Pertemuan James Riady-Bupati Bekasi Bukan Kebetulan Proyek Meikarta yang masih setengah jadi dilihat dari udara (Foto: Muhammad Abdurrosyid/detikcom)
Bandung - Petinggi Lippo Group James Riady pernah menepis bila pertemuannya dengan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin terencana serta membahas mengenai perizinan proyek Meikarta. Namun keterangan James itu berkebalikan dengan isi sadapan komunikasi yang didapat KPK.

Rekaman pembicaraan itu disebut jaksa antara Edi Dwi Soesianto dan Bartholomeus Toto. Edi (sering disebut Edi Soes oleh saksi lain) merupakan Kepala Divisi Land Acquisition and Permit PT Lippo Cikarang, sedangkan Toto pernah menjabat Presiden Direktur PT Lippo Cikarang. Pembicaraan yang disadap itu tertanggal 6 Januari 2018, berikut isinya:

Toto: Bisa ngomong sebentar?
Edi Soes: Ya bisa
Toto: Pak James sama Pak Billy mau ketemu ibu. Kalau nggak besok, Senin. Jadi mau ngomong bertiga. Bagus nggak? Bagus kan?
Toto: Jadi mau ketemu, Pak James. Bagus kan mau ketemu, jadi bagus supaya urusan kita beres. Ya kalau besok bisanya sore, kalau nggak berkenan ya Senin
Toto: Tapi ngomongnya hati-hati ya, ya




Toto memang terdengar lebih aktif berbicara. Jaksa KPK kemudian menanyakan tentang isi pembicaraan itu pada Edi Soes.

"Di sini juga Toto menyampaikan Pak James nggak pernah mau ketemu, sekarang mau ketemu supaya urusan beres. Apa maksud Toto ini?" tanya jaksa pada Edi Soes yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (11/2/2019).

"Ya artinya selama ini kita masih banyak urusan-urusan di Pemkab (Bekasi)," jawab Edi Soes.

"Apakah termasuk urusan Meikarta?" tanya jaksa lagi.

"Ada kemungkinan, tapi saya nggak bisa secara eksplisit. Bisa jadi," jawab Edi Soes.

Setelahnya Edi Soes menghubungi E Yusup Taupik yang saat itu menjabat Kepala Bidang Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Bekasi. Komunikasi keduanya pun turut disadap KPK. Berikut isinya:




Edi Soes: Ada info perintah penting dari Pak TB, Toto Bartholomeus. Khusus minta tolong Pak James sama Pak Billy mau ngadap (menghadap-red) Ibu, kapan ya kira-kira waktunya?
Yusup Taupik: Siapa?
Edi Soes: Pak James sama Pak Billy mau ngadap Ibu. Suruh koordinir. Gimana enaknya?
Yusup Taupik: Langsung?
Edi Soes: Iya langsung. Gitu pak. Terserah apa besok malam atau Senin.
Yusup Taupik: Saya lagi di Banten pak. Siapa yang mau bertemu?
Edi Soes: Pak Billy. Ya itu sudah petinggi pokoknya. Di atasnya Pak Toto. Apa besok sore?

Namun rekaman itu tidak diteruskan jaksa meski durasinya sekitar 21 menit. Jaksa langsung bertanya pada Edi Soes perihal mekanisme pertemuan yang telah direncanakan itu. Jaksa menduga Yusup Taupik memberikan nomor telepon sekretaris pribadi Bupati Neneng bernama Marpuah pada Billy Sindoro.

"Apa kepentingan Billy meminta nomor Marpuah?" tanya jaksa.

"Saya nggak tahu, mungkin Pak Billy mau komunikasi langsung, saya juga nggak tahu," kata Edi Soes.

Billy Sindoro merupakan satu dari 4 terdakwa yang diadili dalam perkara ini. Tiga terdakwa lain yaitu Henry Jasmen P Sitohang, Fitradjaja Purnama, dan Taryudi. Mereka disebut berasal dari Lippo Group, yang didakwa menyuap Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin dan jajaran pejabat di Pemkab Bekasi demi mulusnya perizinan proyek Meikarta.

Dalam persidangan sebelumnya James mengakui pertemuannya dengan Bupati Neneng. Namun James menyebut saat itu diajak Toto menemui Bupati Neneng untuk memberikan ucapan selamat karena Bupati Neneng baru saja melahirkan. James pun membantah adanya pembicaraan mengenai Meikarta dan tetekbengeknya.

"Saya mengelak datang, cuma terus diajak datang untuk say hello karena baru melahirkan. Akhirnya saya menerima mengunjungi kediaman bupati," kata James saat bersaksi dalam sidang serupa pada Rabu, 6 Februari lalu.




Sedangkan usai persidangan ini, jaksa Yadyn menyebutkan rekaman itu menjadi petunjuk dugaan rencana pertemuan antara James dengan Bupati Bekasi. "Bahwa tujuannya hanya menjenguk Neneng Hassanah itu kita bisa bantah juga. Neneng Hassanah dalam persidangan sebelumnya menjelaskan bahwa di sana ada proses di mana mereka memperlihatkan gambar-gambar terkait proyek Meikarta," kata Yadyn usai persidangan.

Yadyn mengatakan kesaksian Edi Soes juga membuat jelas bahwa pertemuan tersebut sudah direncanakan. Peran Edi Soes tergambar sebagai perantara yang menghubungkan pihak Lippo dengan Pemkab Bekasi.

"Ini sudah direncanakan, Toto menghubungi Edi Soes. Edi Soes menghubungi EY Taupik, EY Taupik menghubungi Marpuah, Marpuah menghubungi ajudan, ajudah menghubungi Neneng Hassanah Yasin, itu alurnya," tutur Yadyn.


Saksikan juga video 'Bos Lippo Group James Riady Diperiksa KPK':

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed