detikNews
Minggu 10 Februari 2019, 19:06 WIB

Prabowo Kalah 24% di Survei Celebes, BPN: Kami Lari Kencang

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Prabowo Kalah 24% di Survei Celebes, BPN: Kami Lari Kencang Foto: Faldo Maldini (dok. Facebook)
Jakarta - Celebes Research Center (CRC) merilis hasil survei elektabilitas dimana pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan selisih 20% dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga enggan ambil pusing dengan hasil survei tersebut.

"Berapapun angka yang sudah diperoleh oleh Prabowo-Sandi, kerja keras untuk mengamankan dukungan warga harus semakin kuat. Kami ini penantang, yang tidak seberkuasa petahana dan sebanyak uang petahana, jadi kami tidak akan pusingkan survei elektabilitas," ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Faldo Maldini kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).


Lagipula, kata Faldo, pihaknya tak menjadikan hasil survei sebagai patokan kemenangan Prabowo-Sandiaga. Menurutnya, antusiasme warga menjadi bukti sang paslon didukung rakyat.

"Apapun hasil surveynya, bahkan survey internal kami yang bilang jaraknya tidak begitu jauh, belum kami jadikan patokan. Agenda besar kami dari rumah ke rumah. Bang Sandi sedang sering ke Jawa Tengah karena beberapa daerah di sana merasakan betul dampak dari pembangunan infrastruktur yang tidak prorakyat kecil. Pak Zul kemaren beberapa hari di Jawa Timur. Apapun hasil surveinya, kami harus berlari lebih kencang," tuturnya.

"Berapapun angka yang sudah diperoleh oleh Prabowo-Sandi, kerja keras untuk mengamankan dukungan warga harus semakin kuat. Kami ini penantang, yang tidak seberkuasa petahana dan sebanyak uang petahana, jadi kami tidak akan pusingkan survei elektabilitas. Kalau mereka enak, bisa bilang 'jangan lewat jalan TOL' ke pendukung 02 atau 'yang gaji siapa?' ke ASN. Kalau kami kan tidak bisa dan tidak mau, ya satu-satunya jalan, yakinkan warga dari pintu ke pintu," imbuh Faldo.

Selain itu, bagi Prabowo-Sandiaga, pemilu tak melulu soal kalah dan menang. Pemilu, kata Faldo, juga sebagai ajang pendidikan politik.

"Ingin sebagai momentum peningkatan kualitas demokrasi. Selama ini, nyebut hoax dan Propaganda Rusia, terus dibantah oleh Kedutaan Rusia. Ternyata, Facebook juga menyebut tim petahana terkait dengan Saracen. Kalau Facebook benar, Kami menduga rezim ini memang sumber kebencian yang kita tonton setiap hari," katanya.

Politikus PAN itu juga mengatakan, hasil survei juga bukanlah tolak ukur kemenangan seorang kandidat. Sebab, lembaga survei kerap tak transparan dengan metode dan data yang diperoleh.

"Dalam UU, butuh lima puluh plus satu untuk memenangkan pemilu. Artinya, survei itu juga bisa dibaca dengan cara lain, yaitu pasangan petahana memiliki jarak 6% pada kekalahan. Survei kalau digunakan untuk propaganda ini bahaya, coba buka datanya saja semua. Berapa kemantapan memilihnya? Tidak banyak yang berani buka," ujar Faldo.


Sebelumnya, Celebes Research Center (CRC) merilis survei elektabilitas dari kedua pasangan calon presiden jelang Pilpres 2019. Hasilnya pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih unggul dari pada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Survei dilakukan dalam rentang waktu 23-31 Januari 2019 terhadap 1.200 responden dengan metode penarikan sampel multistage random sampling. Margin of error sruvei sebesar +/- 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95,0%.

Sampel berasal dari 34 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung (face to face) dengan menggunakan kuesioner oleh pewawancara yang sudah terlatih. Quality control survei sebesar 20%.

"Elektabilitas calon presiden kalau pertanyaan spontan kalau pemilihan berlangsung hari ini, kalau Pak Jokowi 56,1%, Pak Prabowo 31,7%. Tidak tahu atau tidak menjawab 12,2%," kata Direktur Eksekutif Celebes Research Center, Herman Heizer di restauran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).
(mae/tor)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com