DetikNews
Jumat 08 Februari 2019, 15:10 WIB

BPN Protes soal Walkot Padang Panjang, Ma'ruf: Masa Terima Tamu Tak Boleh

Eva Safitri - detikNews
BPN Protes soal Walkot Padang Panjang, Maruf: Masa Terima Tamu Tak Boleh Cawapres Ma'ruf Amin di Padang, Jumat (8/2/2019). (Eva Safitri/detikcom)
Padang - Cawapres Ma'ruf Amin heran terhadap protes mengenai Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran yang menerima kunjungan di rumah dinas. Ma'ruf menegaskan kunjungan tersebut hanya silaturahmi.

"Oh saya kira, sebagai wali kota, terima saya kan tidak masalah. Masa terima tamu nggak boleh," ujar Ma'ruf seusai acara bedah buku di Hotel Grand Inna Padang, Jalan Gereja, Padang, Sumatera Barat, Jumat (8/2/2019).

Ma'ruf heran atas protes BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia menganggap pejabat memang sepatutnya berlaku ramah.






"Ya orang terima tamu nggak boleh tuh gimana, orang Indonesia kok gitu. Apalagi saya kiai. Datang, kemudian bertamu diterima, dan saya kira itu biasalah di Indonesia," katanya.

"Dia kan pejabat, kalau pejabat ya harus berpihak kepada semua pihak. Jadi kalau ada tamu kemudian menolak, itu kan namanya tidak berpihak. Ya, kan? Dia seorang pejabat, ya sebaiknya menerima tamu," imbuh Ma'ruf.

Ma'ruf memang mendatangi rumah dinas Wali Kota Padang Panjang pada Kamis (7/2) sore. Hal itu diprotes jubir BPN, Andre Rosiade.






Andre menilai rumah dinas tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan kampanye. Andre meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat mengambil tindakan.

"Saya minta Bawaslu Sumatera Barat mengusut ini. Rumah dinas ini kan punya negara. Kemudian Wali Kota menyatakan akan mendukung Kiai Ma'ruf Amin. Rumah dinas itu tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan kampanye," kata Andre.


Simak Juga Ketika Ma'ruf Amin Kunjungi Rumah Kelahiran Bung Hatta di Sumbar:

[Gambas:Video 20detik]



(eva/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed