DetikNews
Kamis 07 Februari 2019, 18:35 WIB

Menengok Siswa SDN Cicau 01 Bekasi Belajar Lesehan di GOR Kantor Desa

Isal Mawardi - detikNews
Menengok Siswa SDN Cicau 01 Bekasi Belajar Lesehan di GOR Kantor Desa Foto: Isal Mawardi-detikcom
Bekasi - Kegiatan belajar-mengajar 123 murid kelas 4 dan 5 SDN Cicau 01, Kabupaten Bekasi, terpaksa dipindah ke gedung Gelanggang Olahraga (GOR) bulutangkis Kantor Desa Cicau. Pasalnya, atap ruangan kelas mereka ambruk setelah diterjang angin kencang beberapa waktu lalu.

Pantauan detikcom, ratusan murid belajar di GOR bulutangkis, ruangan serba guna, Kantor Desa Cicau 01, Kabupaten Bekasi, Kamis (7/2/2019). Lokasi antara SDN Cicau 01 dengan GOR Kantor Desa Cicau hanya berjarak sekitar 15 meter.

Murid kelas 4 dan 5 SDN Cicau 01 belajar secara lesehan dengan menggunakan meja menggambar. Satu meja menggambar dipakai oleh dua siswa.

Terdapat 4 kelompok belajar dalam ruangan tersebut, yakni kelas 4a, kelas 4b, kelas 5a, kelas 5b. Tidak ada sekat antarkelompok belajar.

Suasana belajar cukup riuh. Sementara sejumlah siswa tampak berlarian ke sana-ke mari.

Hawa di dalam GOR cukup panas. Beberapa siswa tampak mengipasi dirinya dengan buku.

Guru SDN Cicau 01 mengajar dengan papan tulis portable yang disandarkan ke dinding. Para guru berjalan ke sana-ke mari untuk mengecek murid-muridnya.

Wali Kelas 4 SDN Cicau 01, Revalita, merasa kesulitan mengajarkan murid-muridnya dengan kondisi kelas tanpa sekat. "Puyeng pak ketika nerangin (pelajaran). Tapi kan ini nggak ada sekat. Di gedung (GOR) kan nggak ada tembok (pembatas) jadi suara menggema," ujar Revalita.

Murid berkumpul mendekati guru agar suara guru terdengar.Murid berkumpul mendekati guru agar suara guru terdengar. Foto: Isal Mawardi-detikcom


Tak Fokus Belajar


Revalita mencontohkan, suara yang dihasilkan oleh kelas 4a akan terdengar ke kelas lainnya, sehingga fokus siswa terpecah.

"Nggak fokus. Ketika disini menyanyi, kadang disana kan lagi membaca," ujar Revalita.

Revalita mengatakan pihak sekolah tidak memberikan fasilitas khusus kepada para muridnya. Setiap siswa diimbau untuk membawa meja belajar masing-masing.

"Meja belajar bawa sendiri. Tapi yang nggak ada meja, ya udah berdua sama temannya," ujar Revalita.

Kepala Sekolah SDN Cicau 01, Endah Sulyana, mengatakan belajar di GOR Bulutangkis tidak akan efektif. "Nggak bakal efektif kaya gitu. jangan kan di (GOR) kantor desa, disini (SDN Cicau 01) aja nggak efektif," ujar Endah.

Kondisi ini membuat siswa tidak bisa fokus belajar. "Nggak bisa konsentrasi," ujar siswi kelas 5 SDN Cicau 01, Putri.

Putri mengaku tidak bisa mendengar penjelasan guru dikarenakan tidak ada sekat antarkelas.

"Sudah sejak dua hari belajar di sini. Nggak bisa tenang belajar. Berisik kalau belajar di sini," ujar Putri.

Mereka belajar sambil duduk lesehan di GOR.Mereka belajar sambil duduk lesehan di GOR. Foto: Isal Mawardi-detikcom


Ruangan Berdebu


Siswa lainnya, Fauhan, mengaku tak nyaman belajar GOR. Selain karena hawa ruangan yang panas, kondisi GOR yang kotor dengan pasir juga jadi penyebabnya.

"Tetap ngga enak karena kotor. Terus udaranya panas tapi nggak apa-apa karena ruang kelas kami rusak," ujar Fauhan.

Fauhan mengaku membawa sendiri meja belajarnya. Pasalnya, siswa SDN Cicau 01 diimbau oleh para guru untuk membawa meja belajar masing-masing. Pihak sekolah tidak memfasilitasi meja ataupun bangku.

Meski keadaan ruangan belajar tidak mendukung, namun Fauhan tetap memilih bersekolah agar tidak ketinggalan pelajaran.

"Nggak apa-apa (belajar di GOR) yang penting bisa sekolah supaya gak ketinggalan (pelajaran)," ujar Fauhan.


Guru mengajar dengan papan tulis yang disandarkan di dinding.Guru mengajar dengan papan tulis yang disandarkan di dinding. Foto: Isal Mawardi-detikcom

(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed