Wiranto: Kalau Ulama atau Khatib Bicara Kebaikan, Bukan Ngomporin

Wiranto: Kalau Ulama atau Khatib Bicara Kebaikan, Bukan Ngomporin

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 06 Feb 2019 19:57 WIB
Foto: Eva Safitri/detikcom
Foto: Eva Safitri/detikcom
Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta para khatib salat Jumat memberikan ceramah tentang kebaikan. Dia mengimbau para khatib tak menyampaikan ceramah yang justru berpotensi menimbulkan kegaduhan.

"Teman sekalian ini yang penting yang harus kita luruskan lagi. Jadi kalau ulama atau khatib bicara di masjid salat Jumat dibicarakannya itu kebaikan, bukan ngomporin supaya orang berkelahi, itu salah," ujar Wiranto di Half Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019).

Imbauan itu disampaikan Wiranto saat memberikan sambutan dalam acara pertemuan dengan 600 khatib Jumat yang tergabung dalam gerakan Masyarakat Cinta Masjid (MCM). Wiranto mengingatkan, menjelang Pemilu 2019, masyarakat harus menyejukkannya dengan ceramah-ceramah yang baik.



"Yang dibicarakan sesuatu yang berkaitan dengan akhlak manusia. Yang berkaitan dengan kelakuan baik manusia supaya semuanya menjadi aman. Dibangun ukhuwah islamiyah, ukhuwah watoniah, semangat tabayun di situ, mencari kebenaran, itu semua bisa dilaksanakan di masjid ketika salat Jumat," ucapnya.

Wiranto mengimbau masyarakat tidak memandang pemilu sebagai ajang mengadu para tokoh politik. Jika adu tokoh politik yang dilakukan, sebut Wiranto, rasa persatuan dalam bernegara sulit diwujudkan.

"Pemilu sekarang dipandang sebagai ajang mengadu para tokoh, itu kalau berlebihan akan membuat masyarakat tak bersatu lagi," katanya.

"Pemilu adalah pesta demokrasi, harus dipandang sebagai hal yang membahagiakan, bukan memicu permusuhan. Oleh karena itu, yang diadu adalah kualitas calon pemimpinnya, mana yang paling tepat, masyarakat berhak menentukan demi nasib bangsa lima tahun mendatang" lanjut Wiranto.



Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas pertemuan para khatib ini. Ia berharap para khatib dapat selalu mensyiarkan materi yang baik sehingga menyejukkan suasana dalam masjid.

"Saya sangat mengapresiasi 600 ulama dan khatib ini yang sangat bersemangat untuk menyejukkan masjid. Karena masjid itu kan mesti sejuk, tempat kita menjalankan ibadah, tuntunan Nabi Muhammad seperti apa. Oleh karenanya, saya mengapresiasi upaya MCM yang mengajak 600 ulama ini untuk mensyiarkan bahwa masjid itu sejuk dan melawan hoax yang terjadi," tuturnya. (eva/zak)