Rentetan Serangan ke KPK dari Teror Air Keras hingga Pegawai Dianiaya

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 04 Feb 2019 07:56 WIB
Ilustrasi Gedung KPK (Foto: Indra Komara - detikcom)
Jakarta - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap kali mendapat serangan saat sedang menjalankan tugas pengusutan indikasi kasus korupsi. Rentetan serangan itu seperti, teror air keras yang dialami penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga yang terbaru dua pegawai KPK dianiaya di Hotel Borobudur Jakarta.

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan mendapat serangan teror air keras pada 11 April 2017 sekitar pukul 05.10 WIB setelah menunaikan salat Subuh berjamaah di Masjid Al Iksan. Namun hingga kini pelaku penyerangan air keras belum juga ditemukan.


Kini polisi sudah membentuk tim gabungan penyidikan kasus teror penyiraman air keras. Polri mengatakan pihaknya sedang bekerja untuk menuntaskan kasus itu.

Belum tuntas pengusutan kasus Novel Baswedan itu, teror terhadap KPK terjadi lagi. Kali ini, teror itu menyasar pimpinan KPK yakni Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.

Kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo diteror dengan ditemukannya tas berisi benda mirip bom pipa. Sedangkan rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dilempari 2 bom molotov oleh orang tak dikenal.


Kejadian itu menyebabkan dinding bagian depan rumah Syarif berjelaga atau berbekas hitam akibat asap. Polisi membentuk tim gabungan untuk menyelidiki teror bom di rumah kedua pimpinan KPK.

Sebelumnya, penyidik KPK Surya Tarmiani juga mendapat teror. Dia menjadi korban pencurian yang membuatnya kehilangan laptop dan tas pada awal April 2017. Saat itu Surya tengah turun menaiki taksi di Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sementara itu, teror terhadap KPK juga pernah dipaparkan oleh Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo. Yudi menyebut ada sembilan kali teror yang ditujukan ke pimpinan dan pegawai KPK.


Kesembilan teror itu mulai penyerbuan fasilitas KPK hingga teror bom ke rumah dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif. Berikut ini daftar teror terhadap KPK berdasarkan data WP KPK:

1. Penyerbuan dan teror terhadap fasilitas KPK
2. Ancaman bom ke gedung KPK
3. Teror bom ke rumah penyidik KPK
4. Penyiraman air keras
5. Ancaman pembunuhan terhadap penjabat dan pegawai KPK
6. Perampasan perlengkapan penyidik KPK
7. Penculikan terhadap pegawai KPK yang sedang bertugas
8. Percobaan pembunuhan terhadap penyidik KPK
9. Teror bom terhadap ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.

Terbaru, dua karyawan KPK mengalami penganiayaan di Hotel Borobudur Jakarta saat tengah melakukan penyelidikan terkait indikasi korupsi.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu, 2 Februari 2019 menjelang tengah malam di Hotel Borobudur, Jakarta.

"Saat itu pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi," ucap Febri, Minggu (3/2/2019).


KPK menyebutkan, sesaat sebelum dua pegawainya mengalami penganiayaan, sedang terjadi rapat antara Pemprov dan DPRD Papua. Dua pegawai KPK itu disebut sedang melakukan tugas pengecekan dari laporan masyarakat tentang indikasi tindak pidana korupsi.

"Sebelum dua pegawai dianiaya, di lokasi tersebut dilakukan rapat pembahasan hasil review Kemendagri terhadap RAPBD Papua tahun anggaran 2019 antara pihak Pemerintah Provinsi dan DPRD," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada detikcom.


Sedangkan Kapuspen Kemendagri Bahtiar memastikan rapat itu tidak diikuti pejabat atau staf dari kementerian. "Pejabat atau staf Kemendagri tidak ada di lokasi saat kejadian tersebut," ucap Bahtiar.

detikcom telah menghubungi Gubernur Papua Lukas Enembe dan Sekda Papua Heri Dosinaen, tetapi keduanya belum merespons. Sedangkan Karo Humas Pemprov Papua, Israil Ilolu, mengaku tidak tahu soal peristiwa tersebut.


Simak Juga 'Kasus Kakap di KPK Sulit Terungkap, BPN Duga Ada Double Loyalty':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/aan)