DetikNews
Rabu 30 Januari 2019, 10:31 WIB

Bupati Jepara Dipanggil KPK untuk Ketiga Kalinya

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Bupati Jepara Dipanggil KPK untuk Ketiga Kalinya Ilustrasi KPK (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dipanggil penyidik KPK berkaitan dengan kasus dugaan suap pada hakim Lasito. Dia dipanggil sebagai saksi.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka LS (Lasito)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (29/1/2019).

Ahmad sebenarnya sudah berstatus tersangka dalam perkara ini. Ini merupakan panggilan ketiga untuknya, setelah pada dua panggilan sebelumnya Ahmad belum ditahan. Dia dijerat sebagai pihak pemberi suap ke Lasito terkait sidang praperadilan yang diajukannya di PN Semarang.

Praperadilan itu diajukan Ahmad terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Kala itu, Ahmad menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014.

KPK menduga Ahmad memberikan Rp 700 juta kepada Lasito. Tujuannya agar Lasito mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukannya.
Jumlah Rp 700 juta itu diberikan secara bertahap, yakni Rp 500 juta dalam rupiah, kemudian sisanya, Rp 200 juta, diserahkan dalam pecahan dolar Amerika Serikat (USD). Hasilnya, Lasito mengabulkan gugatan praperadilan Ahmad dan menyatakan status tersangka itu batal demi hukum.

Dalam perkembangannya penyidik pernah pula memeriksa Ketua PN Semarang Purwono Edi Santosa hingga dua kali. Lalu pada Senin (28/1) kemarin penyidik memeriksa Ketua PN Samarinda Abdul Halim Amran.

Dia sebelumnya merupakan Wakil Ketua PN Semarang. Febri menyebut penyidik mencecar Abdul soal dugaan uang untuk pembiayaan kantor pengadilan.

"Penyidik mengklarifikasi dan mendalami apa yang diketahui oleh saksi, terkait dengan ada atau tidaknya dugaan aliran dana untuk pembiayaan kantor pengadilan. Apakah ada atau tidak adanya uang yang diduga suap tersebut digunakan untuk pembiayaan kantor pengadilan," kata Febri.


Saksikan juga video 'Melihat Koruptor yang Kini Mulai Diborgol':

[Gambas:Video 20detik]


(abw/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed