DetikNews
Sabtu 26 Januari 2019, 14:47 WIB

Kerukunan Lintas Agama Hidup di Kampung Seputar Ibu Kota

Danu Damarjati - detikNews
Kerukunan Lintas Agama Hidup di Kampung Seputar Ibu Kota Foto ilustrasi: Kawasan Monas, Jakarta (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Video kebersamaan para suster dengan grup kasidah di acara Katolik ternyata bisa menjadi viral di jejaring internet. Masyarakat merespons rekaman kerukunan itu dengan penuh apresiasi, seolah-olah toleransi sudah jarang didapati.

Penampilan emak-emak lintas iman itu berlangsung di panggung perayaan HUT Lustrum ke-9 Civita Youth Camp, di Rumah Pembinaan Civita, Jl Cimandiri Nomor 50, Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (15/1/2019) lalu. Sang suster merasa lega karena video di YouTube itu disambut positif secara meluas.

"Luar biasa bersyukur. Walau di awal kolaborasi itu diniatkan sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan, tetapi ternyata bisa membawa sukacita bagi banyak orang," kata Suster Yunita, salah satu yang ikut bernyanyi tembang Islami 'Jilbab Putih' di video viral itu, saat berbincang dengan detikcom, Senin (21/1/2019).

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Ignatius Suharyo menjadi saksi kemesraan muslim dan kristiani. Ignatius merasakan atmosfer persahabatan di panggung itu. Adapun ibu-ibu muslim berhijab biru tua itu adalah masyarakat muslim sekitar Rumah Pembinaan Civita, tergabung dalam Grup Kasidah Miftahul Jannah.



"Nyanyian itu mau mengungkapkan rasa persahabatan, saling hormat tanpa membeda-bedakan. Sebentuk usaha untuk mengatakan kepada semua bahwa bangsa Indonesia adalah berciri Bhinneka Tunggal Ika dan undangan untuk membangun persaudaraan dan persahabatan yang tulus di antara sesama warga bangsa," kata Ignatius.

Kerukunan Lintas Agama Hidup di Kampung Seputar Ibu KotaFoto: Kebersamaan suster Katolik dan Grup Kasidah Islam. (Dok Komisi KOMSOS KWI)

Bicara soal toleransi di masyarakat, Setara Institute pernah merilis indeks Kota Toleran 2018. Mereka mengamati unsur kebebasan beragama/berkeyakinan, kesetaraan gender, inklusi (keterbukaan) sosial, dan sikap aparatur pemerintah terkait toleransi.

Hasilnya, Ibu Kota Negara menempati urutan ke-92 dari 94 kota yang disurvei. Depok, kawasan yang tak jauh dari Jakarta, berada di urutan ke-89. Kota Bekasi menempati urutan ke-6, menjadi yang tertinggi indeks toleransinya dibanding kawasan lain di seputaran Jakarta.

Namun detikcom masih menjumpai nilai toleransi yang nyata hidup di sekitar Jakarta. Di antaranya, di kawasan Jakarta Timur, Kota Bekasi dekat perbatasan Jakarta, dan Depok Jawa Barat.



Sosok-sosok penjaga toleransi juga masih bersemangat memelihara kerukunan lintas iman, misalnya Neng Herti dan Pendeta Magyolin Carolina Tuasuun di Kampung Tengah. Keragaman peninggalan abad silam juga terbukti masih hidup di Kampung Sawah, yakni masyarakat Betawi Kristen dengan sejarahnya yang panjang. Ada pula Belanda Depok yang hidup rukun dengan masyarakat muslim.

Simak terus berita-berita di detikcom tentang toleransi antarumat beragama di seputar Jakarta.



(dnu/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed