detikNews
Kamis 24 Januari 2019, 21:00 WIB

Indonesia Barokah Makin 'Mewabah'

Tim detikcom - detikNews
Indonesia Barokah Makin Mewabah Tabloid 'Indonesia Barokah' (Foto: dok. Bawaslu Gunungkidul/detikcom)
Jakarta - Tabloid bermuatan politis yang menyudutkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, 'Indonesia Barokah', mewabah di sejumlah daerah. Tersebar dari Banyumas di wilayah tengah Jawa hingga Cilegon di wilayah barat Jawa.

Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, menemukan 1.771 amplop berisi tabloid tersebut yang tersebar di 13 Kantor Pos. Sebanyak 68 amplop di antaranya telah diantar ke alamat tujuan pengirim. Terkait temuan tersebut, Bawaslu Gunungkidul masih menunggu instruksi dari Bawaslu RI.


Tabloid 'Indonesia Barokah' juga tersebar di Kebumen, Sleman, Banjarnegara, hingga Banyumas. Tabloid tersebut menyasar masjid-masjid.

Indonesia Barokah Makin 'Mewabah'Tabloid 'Indonesia Barokah' di Cianjur (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Bergeser ke barat, paket berisi lima eksemplar tabloid 'Indonesia Barokah' juga diterima sejumlah masjid di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Ketua DKM Masjid Baiturahman Cianjur, Dadang Komara, menilai tabloid tersebut meresahkan masyarakat setempat.

"Kebetulan kami berdekatan dengan kantor Panwas kecamatan. Kita koordinasi, barangkali ada disetop, kemudian dilaporkan. Cikadu di beberapa desa sudah ada, dari PPL sudah koordinasi," tutur Dadang.


Tabloid tersebut juga beredar di Kota Cilegon, Banten. Salah satunya ditujukan di Masjid Al-Hidayah, Lingkungan Berigil, Suralaya. Hingga saat ini, isi paket kiriman dari redaksi tabloid 'Indonesia Barokah' itu belum dibuka.

Sebelumnya, Bawaslu Gunungkidul menyebut tabloid-tabloid tersebut dikirim dari Bekasi. detikcom pun mencoba melakukan penelusuran ke alamat yang dimaksud.

Lewat aplikasi Google Maps, detikcom meluncur ke Jalan H Kirinkemi, tepatnya di RT 007 RW 013, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, sesuai titik koordinat. detikcom bertanya ke sana-kemari, tapi warga setempat mengaku tidak tahu alamat redaksi tabloid yang dimaksud.

Menurut salah seorang warga bernama Tati, ada sejumlah orang yang juga mencari alamat redaksi tabloid 'Indonesia Barokah'. Namun hasilnya nihil karena warga setempat tidak mengetahui adanya kantor tabloid tersebut.

Indonesia Barokah Makin 'Mewabah'Penelusuran tabloid Indonesia Barokah (Guruh Nuary/detikcom)
Alamat kantor redaksi tabloid tersebut fiktif. Lalu, mengenai alamat tujuan, dari mana pengirim tahu alamat-alamat masjid tersebut.

Kasi Kemasjidan Bidang Urais Kanwil Kemenag DIY Herry Gatot mengatakan data masjid termasuk alamatnya selama ini memang di-upload di website Kanwil Kemenag.

"Kalau hanya data masjid kan orang minta kita kasih. Selama ini nggak ada yang minta, sih. Cuma mungkin lihat di website kanwil ya, ada data masjid di situ," ujar Gatot saat dihubungi detikcom, Kamis (24/1).


Cawapres Sandiaga Uno prihatin atas beredarnya tabloid 'Indonesia Barokah' yang isinya dianggap menyudutkannya dan capres Prabowo Subianto. Menurutnya, tabloid yang beredar di sejumlah wilayah itu bagian dari kampanye hitam atau black campaign.

"Itu adalah bagian dari black campaign yang sudah kita sama-sama kita sepakati untuk tidak dilakukan," ujar Sandiaga di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (24/1).


Sementara itu, kubu Jokowi-Ma'ruf Amin menilai justru apa yang disampaikan di tabloid 'Indonesia Barokah' merupakan fakta. Kubu Prabowo diminta tak usah khawatir.

"Apabila dibaca secara utuh kontennya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengandung unsur kebencian, kebohongan, atau hoax. Itu sudah terkonfirmasi dari hasil Bawaslu Kabupaten Blora yang telah memeriksanya," ungkap juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, Kamis (24/1).

"Kalau dikatakan itu menyerang dan menyudutkan Pak Prabowo, itu sama sekali tidak benar, karena isi tabloid yang bicarakan Prabowo cuma dua berita dari 10 berita," jelasnya.
(rna/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +