DetikNews
Selasa 22 Januari 2019, 18:21 WIB

Komisi III DPR Ingin Eksaminasi Putusan Baiq Nuril

Tsarina Maharani - detikNews
Komisi III DPR Ingin Eksaminasi Putusan Baiq Nuril Komisi III DPR RDPU dengan Baiq Nuril, Selasa (22/1/2019). (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Komisi III DPR berencana mengeksaminasi putusan atas Baiq Nuril Maknun yang divonis bersalah atas kasus penyebaran percakapan mesum mantan atasannya.

"Eksaminasi artinya kasus itu kita buka di ruang Komisi III. Kasus, duduk perkaranya, seperti kayak eksaminasi publik saja yang sering dilakukan teman-teman LSM," kata anggota Komisi III F-PPP, Arsul Sani, selaku pimpinan rapat, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Komisi III akan memanggil sejumlah pakar hukum untuk mengeksaminasi putusan atas Baiq Nuril. Mereka akan memberikan legal annotation atau pemberian catatan-catatan hukum terhadap putusan itu.






"Menghadirkan para ahli hukum bagaimana mereka melihat dari perspektif kacamata ilmu hukum kasus Baiq Nuril ini," jelas Arsul.

Catatan-catatan hukum ini nantinya bisa menjadi bahan bagi Baiq Nuril atau kuasa hukum dalam peninjauan kembali (PK). Berkas memori PK Baiq Nuril telah dikirimkan untuk diajukan dalam sidang hakim PK di Mahkamah Agung pada Rabu (16/1).

"(Putusan MA) bisa saja (berubah) kalau dari PK," ujar Arsul.






Dalam rapat hari ini, Baiq Nuril ditemani kuasa hukumnya, Joko Jumadi. Selain itu, ada lembaga Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), yang ikut mendampingi Nuril.

Diberitakan, Baiq Nuril melaporkan Kepala SMAN 7 Mataram, H Muslim, karena diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadapnya. Dalam persidangan di PN Mataram, terungkap bahwa H Muslim berbicara mesum dengan Baiq Nuril via telepon. Dia kerap menceritakan hubungan badannya dengan wanita lain yang bukan istrinya.



Komisi III DPR RDPU dengan Baiq Nuril, Selasa (22/1/2019)Komisi III DPR RDPU dengan Baiq Nuril, Selasa (22/1/2019). (Tsarina Maharani/detikcom)



Merasa dilecehkan, Baiq Nuril merekam percakapan itu lewat ponselnya. Kasus itu berlangsung pada 2012 saat Baiq Nuril masih menjadi staf honorer di SMAN 7 Mataram dan Muslim masih menjabat kepala sekolah.

Baiq Nuril sendiri sudah dihukum MA. Dia dianggap telah menyebarkan percakapan mesum sehingga membuat Kepsek Muslim merasa malu.

Akibat perbuatannya, Baiq Nuril juga telah dipecat dari pekerjaannya sebagai staf Tata Usaha Bagian Keuangan di SMAN 7 Mataram. Sementara itu, karier Muslim kian moncer dan kini menjabat Kabid Kepemudaan di Dispora Kota Mataram.

Awalnya, Baiq Nuril divonis bebas oleh PN Mataram. Tapi oleh MA, melalui kasasi, putusan itu dianulir. Baiq Nuril divonis bersalah dan dihukum 6 bulan penjara serta denda Rp 500 juta.



Saksikan juga video 'Mahasiswa di Makassar Tuntut Jokowi Bebaskan Baiq Nuril':

[Gambas:Video 20detik]


Komisi III DPR Ingin Eksaminasi Putusan Baiq Nuril




(tsa/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed