DetikNews
Senin 21 Januari 2019, 17:58 WIB

ESDM akan Pasang Alat Mitigasi Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Matius Alfons - detikNews
ESDM akan Pasang Alat Mitigasi Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menteri ESDM Igansius Jonan dalam diskusi di Kementerian ESDM. (Alfons/detikcom)
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memasang alat-alat mitigasi bencana untuk memantau Gunung Anak Krakatau. Alat-alat ini akan dipasang setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau menurun.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan tidak ada bencana geologi yang bisa dicegah. Namun yang bisa dilakukan adalah upaya mengurangi jatuhnya korban.

"Hampir tidak ada bencana geologi itu yang bisa dicegah, hampir tidak ada. Yang bisa (dilakukan) itu dimitigasi sehingga mengurangi korban jiwa dan kerugian materiil," kata Jonan dalam diskusi 'Strategi Mitigasi Gunung Api Anak Krakatau di Kawasan Selat Sunda' di Ruang Sarulla, Gedung Sekjen Kementerian ESDM, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).


Jonan mengatakan bencana geologi tidak bisa diprediksi secara akurat. Karena itu, menurutnya, yang bisa dilakukan adalah pemantauan sedini mungkin menggunakan alat-alat mitigasi untuk mengurangi risiko.

"Tapi ini kan sulit untuk mengetahui sumber persis (bencana), berbagai alat pun bisa, itu juga adalah alat mitigasi untuk membaca gerakan atau movement atau apa yang dilakukan sifat perubahan deformasi atau apa segala macam, yang bisa untuk mengetahui kemungkinan terjadinya seperti apa," jelas Jonan.


Sementara itu, Kepala Badan Geologi ESDM Rudy Suhendar mengatakan peralatan mitigasi akan segera dipasang setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menurun. Berbagai alat akan dipasang di Gunung Anak Krakatau dan di pulau sekitarnya.

"Ketika aktivitas sudah benar-benar turun, kita ada beberapa pasang instrumen, baik di Pulau Anak Krakataunya sendiri maupun di Pulau Sertung, di Pulau Pajang," ucap Rudy.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan mengatakan akan ada alat-alat baru untuk mendukung mitigasi sistem monitoring Gunung Anak Krakatau.

"Kami kembangkan monitoring dengan internet telemetri dan SMS telemetri untuk memberi perkembangan kepada masyarakat dalam jangka luas," ucap Hendra.

"Kemudian penggabungan sistem radio dengan sistem internet dan modul satelit. Modul satelit lebih mahal, tapi tidak perlu ruangan besar dan bisa terima data di mana saja," sambungnya.

Hendra mengatakan sejauh ini masalah mitigasi Gunung Anak Krakatau adalah infrastruktur monitoring. Dia berharap pengembangan ini bisa mengurangi kerugian dan mencegah kejadian yang tak diinginkan.

"Masalah pengembangan sistem monitoring ini diharapkan ke depannya kita dapat mengurangi atau mencegah kejadian kerugian karena masalah ada dalam infrastruktur," jelas Hendra.
(idh/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed