detikNews
Senin 21 Januari 2019, 17:20 WIB

Sidang Dagang Perkara PN Jakpus

Eddy Sindoro Disebut Minta Bantuan Konsultan Hapus Citra Negatif Nurhadi

Zunita Putri - detikNews
Eddy Sindoro Disebut Minta Bantuan Konsultan Hapus Citra Negatif Nurhadi Mantan Sekretaris MA Nurhadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro, disebut pernah meminta bantuan seorang konsultan public relation untuk membangun citra positif bagi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Apa tujuannya?

Hal itu diungkap seorang konsultan public relation bernama Cyrillus Irwanto Kerong. Dia mengaku diminta Eddy Sindoro langsung karena saat itu banyak pemberitaan media massa mengenai ruang kerja Nurhadi saat menjadi Sekretaris MA yang disebut sangat mewah.

"Misal ada pemberitaan sepihak terkait MA, saya bantu meluruskan. Kalau nggak salah mengenai ruangan kerja Sekretaris MA, waktu itu beritanya berlebihan," kata Cyrillus saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dagang perkara dengan terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).


Cyrillus menyebut Eddy Sindoro awalnya menyebut Nurhadi sebagai temannya. Namun belakangan dia tahu bahwa teman Eddy Sindoro yang dimaksud adalah Nurhadi.

"Saya meluruskan berita, beri tahu teman-teman pers. Ruangan segitu mahal, ternyata tidak, ya saya meyakinkan bahwa itu nggak betul," ucap Cyrillus.

Selain itu, Cyrillus mengaku pernah diminta Eddy Nasution membersihkan citra negatif Nurhadi terkait Edy Nasution. Edy Nasution merupakan mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) yang telah dihukum penjara karena terbukti menerima suap dari Eddy Sindoro karena 'memperdagangkan' perkara.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Cyrillus yang dibacakan jaksa, Cyrillus menyatakan dibayar Rp 12 juta untuk membersihkan citra negatif Nurhadi soal ruangan kerja dan Rp 20 juta terkait kasus dengan Edy Nasution. Cyrillus pun membenarkan isi BAP itu.

Dalam perkara ini, Eddy Sindoro didakwa menyuap Edy Nasution, yang saat itu menjabat panitera PN Jakpus terkait pengurusan perkara perusahaan yang berkaitan dengan Lippo Group. Edy Nasution sudah divonis bersalah dan dihukum penjara.

Kaitan Nurhadi, seperti disebutkan dalam dakwaan Eddy Sindoro, pernah menghubungi Edy Nasution untuk segera mengirimkan berkas perkara dari Eddy Sindoro kepadanya ke MA. Nurhadi pun sudah pernah dipanggil penyidik KPK, tetapi tidak menjelaskan secara terperinci tentang perannya dalam kasus itu. Sampai saat ini, status Nurhadi masih sebagai saksi.


Eddy Sindoro Disebut Minta Bantuan Konsultan Hapus Citra Negatif Nurhadi

(zap/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed