DetikNews
Kamis 17 Januari 2019, 17:29 WIB

KPAI Minta Disdik DKI Periksa Sekolah Terkait Lab Jadi Gudang Narkoba

Jabbar Ramdhani - detikNews
KPAI Minta Disdik DKI Periksa Sekolah Terkait Lab Jadi Gudang Narkoba Komisioner KPAI Retno Listyarti (jilbab pink) (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Polisi mengungkap adanya penyimpanan narkoba di lingkungan sekolah di daerah Kembangan, Jakarta Barat. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) minta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memeriksa pihak sekolah terkait kasus tersebut.

"KPAI mendorong Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memeriksa pihak sekolah, agar modus terduga pelaku semacam ini perlu diwaspadai sekolah agar tidak terulang, baik di sekolah yang bersangkutan maupun di institusi pendidikan lainnya," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti lewat keterangan tertulisnya, Kamis (17/1/2019).


KPAI prihatin atas penemuan sabu seberat 355 gram dan 7.910 butir psikotropika golongan IV di sekolah. Polisi menduga narkotika tersebut diedarkan kepada para pelajar.

"Hal ini akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan dan berpotensi mengancam anak-anak kita dari bahaya narkoba," tuturnya.

Retno juga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Dan jika ditemukan siswa yang diketahui menggunakan narkoba perlu dilakukan rehabilitasi.


"KPAI mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, dan tidak hanya fokus pada kasus fisik gudang penyimpanan narkobanya saja, tetapi juga menyelidiki apakah kedua terduga pelaku juga melakukan jual beli narkoba di lingkungan sekolah yang melibatkan para siswa," ucap dia.

Barang bukti narkoba yang disita dari sekolah di JakbarBarang bukti narkotika yang disita dari sekolah di Jakbar (Foto: Arief Ikhsanudin-detikcom)

Sebelumnya diberitakan, Polsek Kembangan menangkap tiga orang berinisial AJ, DL dan CP. DL dan CP ditangkap karena menyimpan sabu dan ribuan butir obat terlarang. Mereka sudah menyimpan psikotropika selama enam bulan di sekolah.


"Barang bukti ini kita dapati di dalam kamar di lingkungan sekolah. Jadi yang bersangkutan ini yang dua orang ini adalah karyawan yang bekerja di sekolah tersebut, kemudian dia juga alumni dari sekolah tersebut. Kemudian kakak-adik ini anak kandung dari pengurus sekolah tersebut," papar Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handono saat jumpa pers di Mapolres Jakarta Barat, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (15/1).

Dua kakak beradik ini mengaku menyimpan narkotika di lingkungan sekolah karena lebih aman. Bahkan ketiga pelaku mengkonsumsi narkoba seusai jam sekolah.


Polisi mengatakan bahwa barang bukti tersebut didistribusikan oleh jaringan dari sebuah Lapas. DL dan CP ditugaskan menerima dan mengatur porsi narkoba. Kemudian mereka mengirim narkoba sesuai pesanan.

Polisi lalu mengembangkan kasus dan menggeledah Apartemen Puri Park View. Hasilnya ditemukan 112.000 butir obat-obatan Golongan IV.

Obat-obatan tersebut milik seorang bandar berinisial BD yang saat ini masih dikejar polisi. BD berperan mengatur peredaran obat-obatan kepada kaki tangan DL, CP dan AJ.
(jbr/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed