DetikNews
Minggu 13 Januari 2019, 12:18 WIB

Baru Ditangkarkan di Lhokseumawe, Rusa Totol dari Istana Bogor Patah Kaki

Datuk Haris Molana - detikNews
Baru Ditangkarkan di Lhokseumawe, Rusa Totol dari Istana Bogor Patah Kaki Rusa dari Istana Bogor yang ditangkarkan di kompleks perumahan PT Perta Arun Gas (PAG) Lhokseumawe, Aceh. (Datuk Haris/detikcom)
Lhokseumawe - Enam ekor rusa totol yang merupakan hibah dari Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, ditangkarkan di kompleks perumahan PT Perta Arun Gas (PAG) Lhokseumawe, Aceh. Namun, baru beberapa hari di penangkaran, satu ekor rusa mengalami patah kaki karena tersangkut pagar tempat penangkarannya.

"Iya, benar. Rusa itu mengalami patah kaki," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Dedi Irvansyah, ketika dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (13/1/2019).

Baru Ditangkarkan di Lhokseumawe, Rusa Totol dari Istana Bogor Patah KakiRusa dari Istana Bogor yang ditangkarkan di kompleks perumahan PT Perta Arun Gas (PAG) Lhokseumawe, Aceh. (Datuk Haris/detikcom)

Saat ini tim medis untuk hewan yang dipimpin drh Anhar telah didatangkan untuk menangani rusa totol tersebut. Namun pantauan hingga pukul 00.00 WIB, Minggu (13/1) dinihari, tim medis yang turun untuk menangani rusa tersebut belum berhasil melakukan tindakan penanganan maksimal. Sebab, rusa berjenis kelamin jantan tersebut terus berlari-lari sehingga petugas tidak bisa melakukan pembiusan terhadap rusa tersebut.


Sebelumnya, PT Perta Arun Gas (PAG) meresmikan penangkaran rusa totol (Axis axis) di kompleks perusahaan itu pada Kamis (10/1) lalu. Peresmiannya ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Direktur PT Perta Arun Gas, Arif Widodo.

"Kami mendatangkan rusa totol ini dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Koordinasi dan proses perizinan mulai dilakukan November 2018. Alhamdulillah, izin diberikan oleh pihak istana untuk PAG melakukan penangkaran di Lhokseumawe, dengan memberi enam rusa, dua jantan dan empat betina," kata Arif Widodo kepada wartawan.

Perizinan untuk penangkaran itu juga telah diperoleh dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh dan BKSDA Provinsi Jawa Barat.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed