DetikNews
Minggu 13 Januari 2019, 09:44 WIB

PAN: 1.000 Titik Kampanye Sandi Bukan Hoax, Catatannya Rapi

Eva Safitri - detikNews
PAN: 1.000 Titik Kampanye Sandi Bukan Hoax, Catatannya Rapi Politisi PAN Saleh Partaonan Daulay (Dok. Pribadi)
Jakarta - Hanura menyebut kampanye 1.000 titik yang dilakukan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno hoax. Menanggapi hal itu, Partai Amanat Nasional (PAN) mempersilakan pihak yang tidak percaya agar datang ke kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk mengetahui buktinya.

"Kalau mau tahu seluruh titik yang sudah didatangi, silakan datang dan tanya pada BPN. Semua tercatat dengan rapi di sana. Kalau BPN rajin, mereka akan buka," ujar Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada detikcom melalui pesan singkat, Sabtu (12/1/2019).


Saleh mengatakan kampanye Sandiaga sudah diatur seapik mungkin, sehingga Sandi dapat mengunjungi banyak titik di setiap daerah. Strategi itu wajar menurutnya, mengingat elektabilitas Prabowo-Sandi tertinggal jauh dengan petahana Jokowi.

"Perlu ditegaskan bahwa kampanye Sandiaga diatur seefektif mungkin. Setiap turun ke daerah, dia selalu mengupayakan untuk bertemu sebanyak mungkin masyarakat. Karena itu, titik pertemuannya selalu dibuat banyak dan waktunya diatur agar efektif. Tidak ada waktu yang disia-siakan. Hal itu wajar mengingat sejak awal memang Prabowo-Sandi agak tertinggal dari petahana," jelasnya.

Saleh mengaku dirinya pernah mendampingi Sandiaga ketika berkampanye di Sumatera Utara. Dalam sehari disebutnya terdapat 11 agenda. Lalu jarak antartempat yang dikunjungi Sandi pun tidak memakan waktu lama.

Waktu maksimal untuk berpindah dari tempat satu ke tempat lain 30 menit. Ia membuktikan waktu tersebut sudah rasional, sehingga tidak perlu diragukan jika sejauh ini terdapat 1000 titik yang telah dikunjungi Sandi.

"Saya pernah mendampingi kampanye Sandiaga di Sumut. Dalam sehari, ada 11 kegiatan yang dilakukan. Tentu antara jarak satu tempat dengan tempat lainnya tidak terlalu jauh. Ada yang 15 menit, 20 menit, dan paling jauh 30 menit. Karena itu, hitungannya sangat rasional. Saya saksikan sendiri. Banyak juga orang yang ikut dan menyaksikan. Itu bisa dilakukan," tutur Saleh.


Sebelumnya ketua fraksi Hanura Inas Nasrullah Zubir mencurigai 1.000 titik kampanye yang dikatakan Sandiaga hanya asbun alias asal bunyi. Menurut Inas, idealnya seorang politikus yang sedang berkampanye melakukan sosialisasi di satu titik menghabiskan waktu dua jam.

"Kalau kita mau sosialisasi secara benar, maka di setiap titik membutuhkan waktu minimal 2 jam yang dihitung sejak datang hingga meninggalkan tempat acara. Persoalannya, apakah Sandiaga sosialisasinya dari satu titik ke titik lain pake 'sim salabim', lalu sampai ke titik berikutnya atau 'terbang' seperti burung? Atau melata pakai mobil sambil dadah-dadah di jalan yang dilewati seolah-olah ada yang menyambut? Nggak mungkin 'sim salabim' kan? Jadi, dari satu titik ke titik lain butuh waktu juga, kita anggap saja 2 jam," tutur Inas dalam keterangan tertulis.
(eva/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed