DetikNews
Sabtu 12 Januari 2019, 23:23 WIB

BMKG: Gempa Zona Megathrust Dekat Selat Sunda Bermagnitudo 4,9

Eva Safitri - detikNews
BMKG: Gempa Zona Megathrust Dekat Selat Sunda Bermagnitudo 4,9 Foto: ilustrasi gempa bumi, (Mindra Purnomo)
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan gempa yang terjadi di Selat Sunda Sabtu (12/1) pukul 19.04 WIB. Gempa yang awalnya bermagnitudo 5,0 dimutakhirkan menjadi 4,9 dan tidak berpotensi tsunami.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M 5,0 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 4,9," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (12/1/2019).


Pusat titik gempa juga mengalami perubahan. Setelah dimutakhirkan BMKG mencatat episenter gempa bumi tersebut berada pada titik koordinat 6,85 lintang selatan (LS) dan 104,24 bujur timur (BT) memiliki kedalaman 53 km. Dengan jarak 158 km arah selatan Kota Agung,Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung.

Guncangan gempabumi juga dirasakan di daerah Liwa dalam skala intensitas II - III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Rahmat menyebut gempa bumi ini dikategorikan gemba bumi dangkal. Gempa bumi tersebut dipicu dengan adanya penyeseran naik (trust fault) akibat adanya aktivitas antarlempeng di zona megathrust.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault)," tuturnya.


Rahmat mengatakan hingga pukul 19.15 WIB belum terlihat akan adanya gempa susulan. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang.

"Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," jelasnya.
(eva/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed