DetikNews
Jumat 11 Januari 2019, 19:58 WIB

Bawaslu Bogor Putuskan soal Pose Satu Jari Bima Arya Pekan Depan

Farhan - detikNews
Bawaslu Bogor Putuskan soal Pose Satu Jari Bima Arya Pekan Depan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Bawaslu Bogor, Jumat (11/1/2019). (Farhan/detikcom)
Bogor - Bawaslu Kota Bogor akan mengkaji keterangan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto soal pose satu jari saat kunjungan silaturahmi cawapres Ma'ruf Amin ke Bogor. Bila memenuhi unsur dalam pelanggaran Pemilu, proses pemeriksaan akan dilanjutkan.

"Ini masih informasi awal, informasi awal itu kita masih mencari data-data apakah unsur-unsur kampanyenya terpenuhi atau tidak. Kalau terpenuhi, ini akan kita proses di sini," kata Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Eliyas di kantor Bawaslu, Bantarjati, Jumat (11/1/2019).

Tahapan selanjutnya adalah pengumpulan data yang didapatkan tim investigasi. Keterangan Bima Arya, Panwascam, dan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin akan dilakukan sidang pleno.




"Kalau tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran kampanye, kita close di sini dan tidak perlu dilanjutkan. Satu-dua hari ini akan selesai, karena setelah lengkap (data-data) kita langsung pleno. (Untuk waktu) paling telat itu Selasa terhitung sejak Senin itu sudah ada keputusan," kata Yustinus.

Sementara itu, dalam klarifikasinya ke Bawaslu, Bima Arya mengaku diundang secara pribadi oleh Ponpes Al-Ghazaly. Undangan diterima Bima Arya lewat surat dan pesan WhatsApp.





Bima Arya mengatakan kehadirannya saat itu bukan pada hari kerja. Bima juga menepis anggapan dirinya berkampanye untuk pasangan nomor urut 01 karena kehadirannya di acara Ma'ruf Amin.

"Yang ketiga, simbolisasi satu itu lebih pada penguatan makna tentang alasan saya kedatangan ke sana, yaitu hanya satu, yaitu memuliakan tamu," papar Bima Arya.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed