DetikNews
Jumat 11 Januari 2019, 18:07 WIB

KPU Jawab BPN soal Foto Capres: Perubahan Visi-Misi dan Foto Beda Hal

Dwi Andayani - detikNews
KPU Jawab BPN soal Foto Capres: Perubahan Visi-Misi dan Foto Beda Hal Gedung KPU (dok. detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyinggung perubahan foto Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam surat suara. KPU menyebut perubahan visi-misi dengan foto merupakan hal berbeda.

"Perubahan dokumen visi-misi, program dan validasi approval data foto dalam surat suara itu sesuatu yang berbeda," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi detikcom, Januari (11/1/2019).

Wahyu mengatakan dokumen visi-misi dan program merupakan bagian dari dokumen syarat pencalonan capres-cawapres. Dokumen tersebut tidak dapat lagi diperbaiki.






"Pertama, terkait dokumen visi-misi, program saya dapat jelaskan bahwa dokumen visi-misi, program itu bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres-cawapres. Gimana tahapannya sudah berlalu sehingga tidak dapat diperbaiki lagi," kata Wahyu.

Namun Wahyu mempersilakan paslon bila ingin menyampaikan gagasan baru. Tapi KPU kembali menegaskan dokumen visi-misi tidak dapat diubah.

"Tetapi apa bila ada gagasan dari paslon yang baru dan akan disampaikan dalam komunikasi politik dengan masyarakat, tentu saja itu hak masing-masing paslon. Jadi yang tak bisa diubah lagi adalah dokumen visi-misi resmi yang diserahkan pada KPU," tuturnya.

Sedangkan terkait perubahan foto dalam surat suara, Wahyu mengatakan perubahan itu disepakati dalam rapat validasi dan approval surat suara, capres-cawapres, hingga DPRD. Wahyu juga mengatakan foto bukan merupakan bagian dari syarat pencalonan.





"Terkait dengan foto atau nama dalam surat suara itu sudah diputuskan bersama. Dalam rapat validasi data surat suara untuk DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan capres-cawapres. Jadi itu sesuatu yang beda," kata Wahyu.

"Nggak, karena kita ada melakukan validasi dan approval kepada seluruh peserta pemilu. Itu dilaksanakan 4 Januari, di seluruh wilayah Indonesia," sambungnya.

Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid, sebelumnya berharap KPU konsisten menerapkan aturan. Dia mengungkit soal perubahan foto Jokowi-Ma'ruf di surat suara dan perubahan nomor urut capres-cawapres.






"Kalau memang itu bagian dari yang sudah ditentukan dari awal bahwa itu bagian dari tak terpisahkan ketika mendaftarkan ya, itu kewenangan KPU," kata Hidayat.

"Tapi kalau melihat perkembangan bahwa dulu ketika maju, disampaikan juga foto dan soal nomor. Lalu nomor berubah jadi 01 dan 02. Foto juga berubah, terutama Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf, itu juga berubah ternyata. Ya, harusnya KPU konsisten kalau itu dimungkinkan. Harusnya beragam hal yang tidak ada larangannya juga tetap dimungkinkan," imbuh politikus PKS.

Foto Jokowi-Ma'ruf di visi-misi dan surat suara memang berbeda. Keduanya memang memakai baju berwarna putih, tapi di foto surat suara, Jokowi memakai baju koko ditambah peci hitam. Sedangkan foto yang digunakan Prabowo-Sandiaga dalam visi-misi dan surat suara tidak mengalami perubahan.






Perubahan ini disetujui oleh masing-masing timses paslon, dalam validasi dan approval surat suara pada 4 Januari 2019. Pasangan nomor urut 01 diwakili oleh liaison officer (LO) Hesbul Bahar, sedangkan pasangan nomor urut 02 diwakili oleh Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso.

Sementara itu, soal nomor urut yang ditambah angka '0' di depan, hal tersebut sudah melalui kesepakatan kedua pasang calon beserta tim sukses resminya. Kesepakatan itu dilakukan tepat sebelum pengundian nomor urut pada 21 September 2018.



Simak juga video 'Meski Kasih Bocoran, KPU Jamin Debat Pilpres 2019 Lebih Nendang!':

[Gambas:Video 20detik]


(dwia/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed