DetikNews
Kamis 10 Januari 2019, 13:40 WIB

5,7 Juta Orang Naik Kereta Api Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2019

Rolan - detikNews
5,7 Juta Orang Naik Kereta Api Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2019 KA Pangandaran (Dadang Hermansyah/detikcom)
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan penumpang kereta api pada libur Natal dan tahun baru 2019 meningkat dari tahun sebelumnya. Tercatat 5,7 juta orang menjadi pemakai jasa kereta api.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menyampaikan, angka 5,7 juta tersebut terhitung dari 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019 atau 18 hari. Jumlah tersebut naik sekitar 12 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 5,1 juta orang.

"Jadi 5,1 (juta) lompatnya ke 5,7 (juta). Ini kira-kira 12 persen naiknya penumpang," kata Edi dalam jumpa pers di Kantor Jakarta Railways Center (JRC), Jalan Juanda I B, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).


Salah satu hal yang mendongkrak jumlah penumpang, menurut Edi, adalah pemberlakuan angkutan dan rute baru. Di antaranya Bandung-Cibatu dan Bandung-Tasikmalaya yang diluncurkan pada 26 Desember 2018.

"Kita memberikan masa perkenalan atau promosi selama satu bulan dengan tiket gratis. Jadi penumpang menuju Tasik itu boleh naik kereta tanpa membayar seperti lagu kereta api zaman dulu, membayar dengan percuma, itu artinya tanpa bayar," tutur Edi.

5,7 Juta Orang Naik Kereta Api Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2019Foto: Roland/detikcom

"Lalu yang kedua, pada tanggal 2 Januari Kereta Api Indonesia meluncurkan satu jurusan lagi. Dari Jakarta-Bandung-Tasik-Banjar, ini pulang pergi yang kita beri nama KA Pangandaran. Pada tanggal 2 Januari juga diumumkan bahwa masa promosi ini adalah satu bulan dengan catatan bahwa selama satu bulan itu membayarnya Rp 1 jadi bukan gratis," jelasnya.


PT KAI menjelaskan, selama masa libur Natal dan tahun Baru itu tak ada kecelakaan kereta api. KAI pun berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung lancarnya perjalanan kereta.

"Tingkat kejahatan menurun, pelemparan menurun, hanya saya tidak bawa datanya, nanti kita cari datanya, tapi itu menurun semua karena kami berkoordinasi dengan wilayah terus, kami banyak dibantu TNI-Polri," kata Direktur Keselamatan dan Keamanan Apriyono Wedi Chresnanto dalam kesempatan yang sama.
(rna/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed