DetikNews
Selasa 08 Januari 2019, 13:46 WIB

PSI Tawarkan Staf Dewas BPJS TK Korban Dugaan Perkosaan Kerja di Partai

Eva Safitri - detikNews
PSI Tawarkan Staf Dewas BPJS TK Korban Dugaan Perkosaan Kerja di Partai Juru bicara PSI Dara Adinda Nasution (Foto: dokumentasi PSI)
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menawarkan pekerjaan bagi RA yang ditawari pemutusan hubungan kerja oleh Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Dewas BPJS TK). RA sebelumnya mengungkap dugaan pelecehan seksual padanya.

"Kami sangat prihatin sekali jika dia kehilangan pekerjaannya," ucap juru bicara PSI Dara Adinda Nasution dalam acara diskusi di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).




Keberanian RA untuk mengungkap dugaan pelecehan seksual itu diapresiasi PSI. Untuk itulah, PSI juga menawari RA menjadi bagian dari PSI sebab Dara khawatir bila RA kembali bekerja di perusahaan itu malah berpotensi menerima perundungan.

"Kami menawarkan Mbak Amel bisa bekerja di PSI. Tapi ini tawaran saja, saya katakan tadi bahwa kami memberikan Mbak Amel tempat dan jaminan," kata Dara.

"Kalau pun nanti Mbak Amel kembali bekerja, ia nggak akan dapat jaminan yang baik. Jadi itu tawaran dari kami mohon dipikirkan dulu, kami membuka peluang untuk Mbak Amel untuk menjadi bagian dari PSI tanpa stigma apa pun," imbuh Dara.




RA sebelumnya mengaku mengalami pemerkosaan oleh Syafri Adnan Burhanuddin, yang kini telah mundur dari Dewas BPJS TK. RA menggelar jumpa pers bersama Ade Armando soal dugaan perkosaan itu.

Eks anggota Dewas BPJS TK bernama Syafri Adnan Burhanuddin membantah pengakuan RA. Setelahnya RA dan Syafri saling melapor ke polisi. Soal pengakuan RA yang telah dipecat pun dibantah kuasa hukum Syafri, Memed Adi Winata. Dia menyebut RA diskors.
(dhn/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed