DetikNews
Rabu 02 Januari 2019, 14:09 WIB

Malam Tahun Baru, Paha Ibu di Gorontalo Kena Peluru Nyasar

Ajiz Khalid - detikNews
Malam Tahun Baru, Paha Ibu di Gorontalo Kena Peluru Nyasar Ilustrasi (dok.detikcom)
Gorontalo - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kelurahan Limba U1 Kota Gorontalo, Meiske Samaun (40), terkena peluru nyasar, Selasa (1/1) dini hari. Peluru masuk melalui atap kamar tidur. Akibatnya, dia mengalami luka lebam di paha sebelah kiri.

"Kejadiannya sekitar pukul 02.00 dini hari saat habis pergantian tahun baru. Saat itu saya lagi tidur bersama putri saya di kamar. Tiba-tiba paha kiri saya terasa nyeri dan panas. Saya bangun dan lihat ada luka baru, memar dan biru. Saya pikir ini digigit binatang," ucap Meiske kepada detikcom, Rabu (2/1/2019).

Ibu 2 anak ini menjelaskan, seusai kejadian itu, dirinya tidur lagi. Namun tak berselang lama, Rizal, suaminya, tiba di rumah sekitar pukul 15.00 WIB seusai pulang bekerja. Ia pun menceritakan kejadian yang dialami serta memperlihatkan luka lebam yang ada di paha kirinya.

"Paha kiri saya masih terasa sakit. Saat suami datang, suami saya bilang ke saya untuk bangun dan beres-beres tempat tidur. Saat bersih kasur dan mengangkat selimut, proyektil itu jatuh. Suami tanya ini apa dan menanyakan anaknya apakah bermain barang yang baru ditemukan. Dan dia menjawab tidak tahu. Kami tidak tahu kalau itu benda apa," jelas Meiske.

Saat akan rebahan dan tidur lagi, dia kaget melihat plafon kamarnya rusak dan bolong.

"Suami saya ambil proyektil itu dan dicocokkan dengan plafon yang bocor. Ukurannya sama. Kesimpulan kami, benda itu berasal dari luar," kata Meiske.

Seusai kejadian, pasangan suami-istri ini langsung melapor ke Polres Gorontalo Kota pada Selasa (1/1) pagi.

"Saya berharap polisi bisa mengungkap peluru nyasar ini agar tidak meresahkan warga," harap Meiske.

Sementara itu, Handi Seno Nugroho, Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, menyatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban pada Selasa pagi dan sudah mengamankan barang bukti yang diduga proyektil peluru itu.

"Kami sudah olah TKP, sumbernya dari atas menembus seng hingga plafon tripleks lalu mengena kaki. Kita masih cari tahu kita masih lidik dari mana sumbernya mungkin di sekitar situ ada kejadian. Kita sudah turun lapangan dan cari saksi di lapangan," ucap Handi.

Hingga kini pihaknya belum memastikan apakah itu proyektil atau bukan karena harus dibawa ke labfor.

"Belum bisa dipastikan yang jelas. Harus di uji labfor balistik di Makassar," tambah Handi.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed