detikNews
Senin 31 Desember 2018, 12:07 WIB

Kaleidoskop 2018

Reuni Akbar 212 Putihkan Monas di Penghujung Tahun

Danu Damarjati - detikNews
Reuni Akbar 212 Putihkan Monas di Penghujung Tahun Foto: Reuni 212 Tahun 2017 (Dok. detikcom)
Jakarta - Massa aksi 212 menggelar reuni tahun keduanya di penghujung 2018. Mereka memutihkan seputaran Monas, Jakarta.

Momentum 2 Desember 2018 itu memperingati aksi 2 Desember 2016, saat aksi 212 digelar untuk menghukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai penista agama. Masyarakat dengan penampilan khas, baju koko warna putih dan peci bundar warna putih, berduyun-duyun ke Jakarta sehari sebelum tanggal yang dijadwalkan. Pemberitahuan memang sudah disiarkan beberapa hari jelang pelaksanaan.



29 November 2018, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab telah menyampaikan permintaannya untuk para peserta Reuni 212. Dinyatakannya, ini bukan sekadar kegiatan nostalgia melainkan konsolidasi melawan kezaliman. Namun acara ini dimintanya untuk digelar dengan tertib. "Jangan ganggu orang lain, jangan rusak taman dan tanaman, jangan buang sampah sembarangan, jangan berkata kasar atau kotor, jangan buat kemaksiatan dan kemungkaran," kata Rizieq.

30 November 2018, Panitia Reuni Akbar Mujahid 212 mengeluarkan maklumat, tertanda Ustaz Bernard Abdul Jabar selaku Ketua Organizing Committee. Isi maklumat tersebut adalah panitia batal mengundang Jokowi dan rezimnya hingga larangan membawa atribut partai politik, mereka disarankan membawa bendera Merah Putih dan bendera bertuliskan kalimat tauhid aneka warna.

Sabtu, 1 Desember 2018, masyarakat mulai berdatangan ke Jakarta. Masjid Istiqlal dipenuhi orang-orang. Malam hari, Monas mulai dipenuhi peserta aksi. 20 Ribu personel gabungan TNI dan polisi dikerahkan untuk mengamankan situasi.



Tibalah dini hari 2 Desember 2018. Di kawasan lapangan Monas pukul 03.15 WIB, massa salat tahajud delapan rakaat ditutup tiga rakaat salat witir. Tak lama kemudian, datang senior PAN Amien Rais, Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, senior PKS Hidayat Nur Wahid, hingga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Mereka menunaikan salat subuh berjamaah.

Matahari meninggi, terlihat jelaslah bahwa massa 212 sudah memutihkan lingkar Monas. Di jagat internet, #ReuniAkbar212diMonas menjadi trending topic Twitter.

Prabowo Datang

Prabowo Subianto sang capres nomor urut 02 datang ke arena pukul 07.39 WIB. Gubernur Anies Baswedan datang dengan seragam dinas PDH kemeja putih sekitar setengah jam sebelum Prabowo. Soal acara ini, Prabowo menyampaikan apresiasinya karena digelar dengan tertib. Dia juga menyampaikan terima kasih karena telah diundang panitia.

"Saya tidak akan panjang-panjang bicara, karena sebagaimana kalian ketahui, saya sekarang telah mendapat tugas dan amanah sebagai calon presiden RI, dan karena itu saya harus patuh dan mengikuti semua ketentuan, saya tidak boleh bicara politik pada kesempatan ini, saya tidak boleh kampanye," tutur Prabowo di atas panggung.

Prabowo hadir saat reuni akbar 212. Prabowo hadir saat reuni akbar 212. Foto: Pradita Utama


"Ini kehormatan bagi saya, kebanggaan bagi saya, saya bangga melihat jutaan rakyat Indonesia, jutaan umat Islam, jutaan tapi damai, tertib...," kata dia.

Meski sebelumnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga telah menyampaikan agar massa 212 tidak boleh berkampanye, namun di acara ini massa mengacungkan gestur dua jari tanda nomor urut Prabowo-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

Amanat Habib Rizieq

Rekaman amanat dari Habib Rizieq diputar. Amanat itu memuat larangan memilih capres dan cawapres pendukung penista agama. Larangan itu disampaikan Rizieq sampai diulang tiga kali. Solusi dari kalut malutnya kondisi negara adalah ganti presiden di 2019.

"Ayo kita pilih capres cawapres hasil ijtimak ulama," imbuhnya, diulang hingga tiga kali. "Pilih caleg hanya dari partai koalisi keumatan, hasil ijtimak ulama," kata Rizieq dalam rekaman yang diperdengarkan ke massa 212.

Rekaman Rizieq usai diperdengarkan, lagu berjudul 'Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong' diputar.

Habib Bahar

Kemudian giliran Habib Bahar bin Smith yang berbicara dari pangung Reuni Akbar Mujahid 212. Saat itu dia sedang dipolisikan karena pidato 'Jokowi Banci'. Dia menjelaskan kenapa dia menyampaikan pidato itu, sambil meminta agar video pidatonya itu tidak disimak dengan cara dipotong.

Foto: Dok. Front Tv


"Ketika 411, aksi 411, jutaan orang Islam, ribuan ulama, berkumpul di depan Istana menemuinya. Justru para ulama ditembak gas air mata, presidennya kabur dan lari. Saya berkata karena ketidakrelaan saya saudara-saudara saya itu dizalimi," kata Habib Bahar.

Pukul 11.20 WIB, massa terpantau mulai beranjak dari Monas. Kata Anies Baswedan, sekitar 200 ton sampah dibersihkan dari Monas usai reuni 212.

Komentar Kubu Jokowi

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menilai reuni 212 itu adalah kampanye politik, namun dia menilai itu termasuk dalam hak demokrasi, yang penting tidak ditunggangi ide khilafah.

PDIP melalui Eva Kusuma Sundari menyatakan reuni 212 jelas mengajak orang memilih Prabowo dan memburuk-burukkan Jokowi beserta PDIP. Partai Hanura lewat Inas Nasrulah Zubir menuding reuni 212 sedang menggiring umat untuk memilih capres yang tak paham Islam.

Kubu Prabowo-Sandi membantah bahwa reuni 212 adalah kampanye. Namun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon pada Senin (3/12/2018) menyatakan reuni akbar 212 merupakan peristiwa yang sangat besar dan memberikan optimisme terhadap kemenangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

Bagaimana dengan Bawaslu?

Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo memantau jalannnya reuni 212 dari layar kaca. Menurutnya, tak ada unsur kampanye di kegiatan itu. Prabowo juga dia nyatakan tak menyampaikan konten kampanye. Namun Ketua Bawaslu DKI Muhammad Jufri memandang perlunya dilakukan kajian, pengumpulan informasi dan klarifikasi dari panitia untuk menentukan ada atau tidaknya kampanye terselubung di acara tersebut.

Selanjutnya, Bawaslu akan memeriksa rekaman pidato Habib Rizieq dalam acara itu. Bawaslu akan bekerja sama dengan polisi dan kejaksaan untuk mengkaji ada atau tidak unsur pelanggaran kampanye.

"Soal rekaman yang kemarin (Rizieq), akan kita cek bareng sama kepolisian dan kejaksaan," kata anggota Bawaslu, Rahmat Bagja, kepada wartawan, Senin (3/12/2018).


Simak Juga 'Melihat dari Langit Aksi Reuni 212 di Monas':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com