detikNews
Jumat 28 Desember 2018, 15:14 WIB

Sepanjang 2018, 75 WNA Pelaku Kejahatan di Bali Ditangkap

Aditya Mardiastuti - detikNews
Sepanjang 2018, 75 WNA Pelaku Kejahatan di Bali Ditangkap
Denpasar - Jumlah orang asing yang menjadi pelaku kejahatan di Bali semakin meningkat. Sepanjang 2018 ini ada 75 orang yang ditangkap di wilayah Bali.

Ada 60 kasus yang melibatkan warga negara asing ini. Di antaranya pencurian, penipuan, penggelapan, hingga pemerkosaan.

"Jumlah kasus tidak meningkat, tapi quantitasnya. Yang banyak itu yang kasus WN China itu, " kata Kapolda Bali Irjen Petrus Golose saat Jumpa Pers Akhir Tahun 2018 di kawasan Seminyak, Bali, Jumat (28/12/2018).

Kasus yang dimaksud Golose yaitu kasus online fraud pada 11 Januari 2018 silam. Dalam kasus itu ada 55 warga negara China yang ditangkap, terdiri dari 37 pria dan 18 wanita.

Modus yang digunakan sindikat internasional itu para tersangka melakukan kejahatan menggunakan crime related computer atau berpura-pura sebagai polisi/jaksa untuk menipu korban melalui telepon.

Tak hanya itu, kasus kejahatan yang dilakukan oleh warga negara asing juga termasuk cyber crime melalui ATM yang terjadi di Denpasar pada Jumat (21/12) lalu. Dalam kasus ini empat warga negara asal Bulgaria dibekuk Ditreskrimsus Polda Bali. Golose mengatakan pihaknya terus berupaya mengungkap kasus kejahatan trans national.

"Secara keseluruhan 2018 baik secara kualitas, kami penegak hukum kepolisian Polda Bali bisa melakukan tugas kami dalam menjaga dan menertibkan wilayah Bali. Kami bisa melakukan pengungkapan-pengungkapan kasus-kasus trans national organized crime baik kasus yang melibatkan cyber crime antarnegara kasus-kasus yabng berhubungan dengan kejahatan-kejahatan yang interstate atau antarnegara, baik buronan yang kita juga bekerja bersama-sama negara lain, yang merupakan core bisnis saya, merupakan commander wish saya dalam menjaga Pulau Bali," paparnya.

Dari catatan Polda Bali sepanjang 2018, total WNA pelaku kejahatan berjumlah 75 orang dari 60 kasus, 113 WNA menjadi korban kejahatan, dan meninggal dunia sebanyak 49 orang.

Dari 60 kasus tersebut, jumlah kejahatan terbanyak yaitu penipuan dan penganiayaan dengan jumlah masing-masing 10 kasus. Kemudian disusul 7 kasus ekstradisi, 6 kasus penggelapan, 4 kasus pencurian biasa, pengerusakan dan pengeroyokan dengan jumlah masing-masing 3 kasus, dan lain-lainnya.

Sementara pada tahun 2017, jumlah WNA pelaku kejahatan sebanyak 15 orang dari 12 kasus, WNA korban kejahatan sebanyak 43 orang dari 37 kasus, dan WNA meninggal dunia sebanyak 30 orang dari 29 kasus.
(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com