DetikNews
2018/12/27 16:08:09 WIB

Siti Zuhro: Rasa Saling Curiga Berkembang di Indonesia

Farih Maulana Sidik - detikNews
Halaman 1 dari 3
Siti Zuhro: Rasa Saling Curiga Berkembang di Indonesia Konferensi pers oleh DN-PIM (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) menilai saat ini Kebangsaan Indonesia telah retak dan terkoyak. Beberapa ciri retaknya kebangsaan tersebut di antaranya adalah dengan tumbuhnya rasa saling curiga dan tidak saling percaya.

"Suatu masalah serius bagi bangsa Indonesia dewasa ini adalah adanya fenomena terkoyaknya kohesi sosial dalam masyarakat. Hal ini ditandai, antara lain oleh berkembangnya rasa saling tidak percaya, saling tidak menghormati, saling curiga, dan saling mencermati di antara kelompok dalam masyarakat," kata Wakil Ketua DN-PIM, Siti Zuhro dalam jumpa pers di Kantor DN-PIM, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

"Masyarakat Indonesia yang selama ini dikenal sebagai bangsa yang sopan santun, ramah tamah dan penuh keadaban. Sekarang ini sebagian terjebak ke dalam perilaku kekerasan dan bentuk-bentuk ketidakadaban lainnya," beber Siti.


Disharmoni ini disebut Siti bisa saja berakhir dengan konflik sosial. Soal penyebab terjadinya ketidakharmonisan, Siti menduga setidaknya karena empat hal.

"Secara garis besar merupakan pemenuhan HAM berupa kesetaraan tanpa adanya diskriminasi, harkat dan martabat dijunjung tinggi, komitmen untuk berpatisipasi, dan kebebasan individu terkait pengembangan diri," tutur Siti.

Siti menilai, pada dasarnya sekat suku hingga agama telah bisa diatasi oleh masyarakat Indonesia. Namun entah kenapa akhir-akhir ini muncul fanatisme hingga radikalisme di semua lini.

"Hal ini sebenamya dipicu oleh kesenjangan sosial-ekonomi, dan budaya politik, di mana pemenang mengambil semua (the winner takes all) sehingga pelayanan politik bersifat eksklusif dan kepemimpinan politik tidak berada di atas dan untuk semua kelompok," ujar Siti.


Ketua Umum DN-PIM Din Syamsuddin menilai, seluruh elemen masyarakat harus bersatu apapun latar belakang suku, agama, profesi, hingga pilihan politiknya.

"Untuk bisa bersama mencari solusi sehingga Indonesia, perahu besar Indonesia, tidak retak tidak bocor dan masih bisa berlayar membawa bangsanya ke pantai impian sesuai cita-cita dari para pendiri bangsa," jelas Din.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed