DetikNews
Jumat 21 Desember 2018, 17:53 WIB

Menteri Susi: 1.000 Warga Filipina Punya KTP Palsu untuk Tangkap Ikan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Menteri Susi: 1.000 Warga Filipina Punya KTP Palsu untuk Tangkap Ikan Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebut ada sekitar 1.000 warga Filipina yang dipekerjakan oleh perusahaan penangkap ikan asal Indonesia. Namun warga Filipina itu dipekerjakan secara ilegal.

"Sampai hari ini kita perkirakan masih terdapat lebih dari 1.000 orang dari Filipina yang sudah mendapatkan KTP Indonesia secara tidak benar yang masih dipekerjakan oleh pengusaha perikanan tangkap Indonesia," kata Susi saat acara Capaian Kinerja Satgas 115 tahun 2018 dan proyeksi tahun 2019 di kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2018).



Susi menjelaskan KTP palsu itu digunakan agar warga Filipina itu tetap bisa menangkap ikan. Susi mengaku sudah meminta jajaran Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) menanganinya.

"Jadi mereka mengkamuflase, menyamar dengan KTP palsunya tetap bekerja dan melakukan penangkapan di wilayah RI. Nah, kita sedang selidiki ini. Kemarin saya sudah minta DJPT untuk pemeriksaan," terang Susi.



Sepanjang 2018, Satgas 115 menangani 134 perkara terkait pencurian ikan. Perkara yang ditangani beragam, mulai merusak sumber daya perikanan, melakukan usaha perikanan tanpa SIUP, hingga melakukan penangkapan ikan tanpa SIPI.

"Kemudian, dari total perkara, 73 perkara telah berkekuatan hukum tetap, 9 perkara masih dalam tahap pemeriksaan pengadilan, dan sisanya masih dalam tahap penyidikan dan penuntutan," ujar Susi.



Saksikan juga video 'Inilah Alasan Kenapa Kapal Maling Ikan Harus Ditenggelamkan!':

[Gambas:Video 20detik]


(zak/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed