detikNews
Jumat 21 Desember 2018, 09:42 WIB

Penjelasan Kemenkum HAM soal Bebas Bersyarat Eks Bos Bank Century

Haris Fadhil - detikNews
Penjelasan Kemenkum HAM soal Bebas Bersyarat Eks Bos Bank Century Robert Tantular (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) menjelaskan soal pembebasan bersayarat yang diperoleh mantan Dirut Bank Century Robert Tantular dalam kasus perbankan dan pencucian uang yang melibatkannya. Menurut Kemenkum HAM, pembebasan bersyarat Robert itu telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Dasar pelaksanaan pembebasan bersyarat pasal 15 dan 16 KUHP, UU nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, PP No 31 tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan WBP, PP nomor 32 tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP, sebagaimana telah diubah dengan PP nomor 28 tahun 2006 dan diubah kembali dengan PP nomor 99 Tahun 2012, Permenkumham RI nomor 21 Tahun 2013 tentang syarat dan tata cara pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat sebagaimana telah diubah dengan Permenkumham RI nomor 21 Tahun 2016 dan diubah kembali dengan Permenkumham RI nomor 3 Tahun 2018," kata Kabag Humas Ditjen PAS Kemenkum HAM Ade Kusmanto kepada detikcom, Jumat (21/12/2018).


Dia kemudian menjelaskan soal syarat-syarat pemberian pembebasan bersyarat bagi seorang narapidana. Antara lain, telah menjalani paling singkat 2/3 masa pidananya, berkelakuan baik, dan dapat dibuktikan dengan sejumlah berkas yang diatur dalam tata cara pemberian pembebasan bersyarat dan dilaksanakan lewat sistem informasi pemasyarakatan yang terintegrasi antara UPT, Kanwil, dan Ditjen PAS.

Selain itu, Ade juga menjelaskan soal siapa saja yang berhak menjadi penjamin pembebasan bersyarat seseorang, antara lain keluarga, wali, lembaga sosial hingga instansi pemerintah. Ade menyatakan pembebasan bersyarat itu bisa dicabut jika nantinya Robert melakukan pelanggaran selama masa bebas bersyarat.

"Kewajiban narapidana yang mendapatkan pembebasan bersyarat, tidak mengulangi tindak pidana, wajib mengikuti dan mematuhi program pembimbingan yang ditetapkan Bapas, wajib melapor ke Bapas apabila pindah alamat tinggal, selama menjalani pengawasan jaksa harus taat pada ketentuan-ketentuan, selama menjalani pembebasan bersyarat tidak boleh bepergian ke luar negeri kecuali setelah mendapat izin dari Menkum HAM, apabila melakukan pelanggaran maka pembebasan bersyarat dapat dicabut," jelas Ade.


Robert mendapat pembebasan bersyarat setelah menjalani 10 dari total 21 tahun hukuman penjara yang dijatuhkan kepadanya. Dia mendapatkan remisi 74 bulan 110 hari.

Vonis 21 tahun penjara itu diterima Robert dalam 4 kasus, yaitu vonis 9 tahun dan denda Rp 100 miliar subsider 8 bulan kurungan dalam kasus perbankan, vonis 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsider 6 bulan kurungan di kasus perbankan yang kedua. Berikutnya, dia juga divonis bersalah dalam 2 kasus pencucian uang, yakni masing-masing 1 tahun dan 1 tahun serta denda Rp 2,5 miliar subsider 3 bulan kurungan.



Simak juga video 'Eks Wapres Boediono Diperiksa KPK dalam Kasus Century':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed