detikNews
Kamis 20 Desember 2018, 00:07 WIB

Dubes Achmad Chozin: Indonesia Tak akan Lupa pada Lebanon

Mochamad Zhacky - detikNews
Dubes Achmad Chozin: Indonesia Tak akan Lupa pada Lebanon Dubes RI untuk Lebanon Achmad Chozin Chumaidy berpamitan kepada PM Lebanon Saad Hariri. (Foto: dok. KBRI Beirut)
Jakarta - Duta Besar RI untuk Lebanon Achmad Chozin Chumaidy mengucapkan salam perpisahan kepada PM Lebanon Saad Hariri. Chozin menekankan kepada Hariri bahwa Indonesia tidak akan pernah lupa pada Lebanon.

Salam perpisahan itu disampaikan langsung oleh Chozin saat berkunjung ke kediaman Hariri di Beirut. Masa jabatan Chozin sebagai Dubes RI untuk Lebanon berakhir pada 31 Desember 2018 ini.

"Indonesia tidak akan melupakan Lebanon. Sebab, Lebanon merupakan negara ketiga yang mengakui kemerdekaan Indonesia, selalu dekat di hati masyarakat Indonesia," kata Chozin dalam keterangan tertulis, Kamis (20/12/2018).

Dubes RI untuk Lebanon, Achmad Chozin Chumaidy bersama PM Lebanon, Saad Hariri.Dubes RI untuk Lebanon Achmad Chozin Chumaidy bersama PM Lebanon Saad Hariri. (Foto: dok. KBRI Beirut)

Hubungan bilateral Indonesia dengan Lebanon semakin erat di semua bidang. Di bidang politik, kedua negara saling mendukung di forum-forum internasional.

"Di bidang ekonomi dan budaya juga dapat dilihat dari semakin dikenalnya produk-produk Indonesia di Lebanon. Dalam bidang sosial-budaya, Indonesia juga semakin dikenal oleh masyarakat Lebanon melalui berbagai kegiatan promosi yang dilakukan oleh KBRI," papar Chozin.

"Di sisi lain, meningkatnya hubungan kedua bangsa ditandai dengan saling kunjung para ulama dan tokoh masyarakat kedua negara," imbuhnya.


Hariri mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan peran Indonesia di Lebanon, khususnya peran pasukan Garuda Indonesia yang tergabung dalam misi Perdamaian bersama UNIFIL. Hariri berharap, ke depan, hubungan kedua negara akan lebih erat lagi, khususnya kerja sama di bidang ekonomi.

Lebanon, yang dikenal dengan adanya perang saudara selama 15 tahun dari tahun 1975 hingga 1990, mempunyai sistem pemerintahan Yang unik berdasarkan sekte keagamaan, yaitu presiden dari sekte Kristen Maronit, ketua parlemen dari sekte Islam Syiah, dan perdana menteri dari sekte Islam Sunni.

Sebelumnya, Dubes Chozin juga berkunjung kepada masing-masing dari Ketua Parlemen dan Presiden Lebanon untuk berpamitan.
(zak/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed