DetikNews
Kamis 13 Desember 2018, 14:45 WIB

Polisi Cari Pelaku Pembuang 2.005 e-KTP di Duren Sawit

M Guruh Nuary - detikNews
Polisi Cari Pelaku Pembuang 2.005 e-KTP di Duren Sawit e-KTP yang terbuang di daerah Pondok Kopi, Duren Sawit, ditemukan tercecer. Diduga e-KTP tersebut sengaja dibuang untuk membuat gaduh. (Foto: Dok. Ketua RW 11 Pondok Kopi)
Jakarta - Polisi masih mencari sosok orang yang bertanggung jawab atas ditemukannya e-KTP yang terbuang di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Polisi akan memastikan SOP penyimpanan dan pemusnahan e-KTP itu.

"Apabila sudah terungkap siapa yang bertanggung jawab dan menyimpan dokumen berkas tersebut, akan didalami dan ditanya lagi oleh penyidik soal SOP penyimpanan dan pemusnahan barang tersebut. Apabila sudah terungkap, maka akan terurai siapa yang bertanggung jawab atas perbuatan tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2018).

Dia mengatakan saat ini sudah ada 17 saksi yang diperiksa. Diketahui, 2.005 e-KTP yang tercecer itu merupakan milik warga Kelurahan Pondok Kopi.


Diduga pihak yang bertanggung jawab atas e-KTP tersebut adalah pegawai Kelurahan Pondok Kopi atau Kecamatan Duren Sawit. Saat ini polisi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) tengah mengidentifikasi nomor seri yang ada di e-KTP tersebut.

"Sedang kami dalami (keterlibatan pegawai kecamatan), tidak menutup kemungkinan (terlibat). Penyidik sedang mengumpulkan alat bukti," ucap Dedi.


Sebelumnya, Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah menyebut kejadian tercecernya e-KTP ini masuk kategori tindak pidana murni. Dia mengatakan kejadian itu tak punya hubungan dengan pemilu.

Terkait hal ini, Dedi menduga e-KTP tersebut sengaja dibuang agar membuat masyarakat gaduh. Dia mengatakan e-KTP tersebut rusak dan sudah tak digunakan lagi.

"Dan ingat, itu adalah perbuatan tindak pidana. Dari Dirjen juga disampaikan bahwa perbuatan itu adalah perbuatan yang disengaja, karena karung yang digunakan untuk membuang e-KTP itu masih bagus. Kemudian, membuangnya ditentukan juga tempat-tempatnya, sengaja di tempat ramai untuk membuat gaduh," ungkapnya.


"Itu e-KTP rusak dan sudah tidak digunakan lagi. Sudah ditarik oleh pemiliknya karena ada kesalahan identitas, baik nama, tempat tanggal lahir, pekerjaan, dan lain-lain. Dan yang baru sudah diserahkan kepada pemiliknya. Jadi e-KTP itu benar-benar sudah tidak digunakan lagi," sambung Dedi.

Sebelumnya, Polsek Duren Sawit mengamankan sejumlah e-KTP yang tercecer di dekat persawahan di Jalan Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Duren Sawit, pada Sabtu (8/12). Polisi menyatakan, dari 2.005 e-KTP, 63 di antaranya rusak. Sedangkan 1.942 lainnya habis masa berlaku pada 2016, 2017, dan 2018.
(jbr/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed