detikNews
Kamis 13 Desember 2018, 11:20 WIB

Polisi Telusuri Pelaku Lain di Kasus Jual-Beli Blangko e-KTP

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polisi Telusuri Pelaku Lain di Kasus Jual-Beli Blangko e-KTP Gedung Polda Metro Jaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Polisi terus mengembangkan penyidikan kasus jual beli blangko e-KTP via online. Pelaku lain yang diduga terlibat akan diproses hukum.

"Kalau nanti ada pelaku lain, ya ditangkap," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan saat dihubungi, Kamis (13/12/2018).

Polisi sebelumnya menangkap anak mantan pegawai Dukcapil di Lampung berinisial NID (27) yang diduga sebagai penjual blangko e-KTP secara online.

Namun Kombes Adi Deriyan belum membeberkan secara detail mengenai motif penjualan blangko e-KTP.




Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan NID menggunakan tiga akun untuk menjual blangko e-KTP di dunia maya. NID mengambil blangko e-KTP tanpa seizin orang tuanya.

"Ada tiga, ya," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (11/12).

Argo mengatakan pihaknya masih melacak akun-akun lain yang terlibat dalam kasus penjualan blangko e-KTP. Polisi menduga blangko e-KTP itu dipasarkan oleh lebih dari satu akun.




Khusus untuk NID, Argo mengatakan pria tersebut telah mengedarkan 10 eksemplar blangko e-KTP. Dia menjual satu blangko e-KTP itu seharga Rp 50 ribu.

Atas perbuatannya, NID dijerat dengan UU ITE dan UU Administrasi Kependudukan. NID resmi ditahan di Polda Metro Jaya.


Saksikan juga video 'Harap Tenang, Rentetan Kasus e-KTP Tak Terkait Pemilu':

[Gambas:Video 20detik]


(knv/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed