DetikNews
Jumat 07 Desember 2018, 19:20 WIB

Kapolda Jatim Ajak Akademisi dan Rektor Jaga Situasi Kondusif

Amir Baihaqi - detikNews
Kapolda Jatim Ajak Akademisi dan Rektor Jaga Situasi Kondusif Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Luki Hermawan menggelar pertemuan dengan akademisi dan para rektor/Foto: Amir Baihaqi-detikcom
Surabaya - Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Luki Hermawan menggelar pertemuan dengan akademisi dan para rektor yang tergabung dalam Forum Intelektual 45 Jatim. Kapolda mengajak para rektor ikut menjaga situasi kondusif pada Pemilu.

"Saya harapkan para rektor juga ingin menghendaki Pilpres 2019 dalam keadaan aman dan memberikan sosialisasi kepada mahasiswanya. Sinergi antara Polri, TNI dan lembaga lainnya merupakan kekuatan untuk menciptakan situasi yang kondusif terutama di Jatim," kata Luki dalam sambutannya di gedung Patuh, Mapolda Jatim, Jl Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (7/12/2018).

Luki menyoroti banyaknya isu berseliweran di media sosial yang bisa memicu perpecahan masyarakat.



Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Luki Hermawan menggelar pertemuan dengan akademisi dan para rektorKapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Luki Hermawan menggelar pertemuan dengan akademisi dan para rektor Foto: Amir Baihaqi-detikcom



"Memang ada pihak-pihak tertentu yang ingin menghendaki bangsa Indonesia hancur. Di tempat inilah memang disediakan untuk bersinergi dan musyawarah untuk memecahkan permaslahan," ujar Luki.

"Saya menghendaki adanya masukan dari bapak-bapak sekalian. Selama tiga setengah bulan saya sudah mengunjungi 37 pondok pesantren dan saya lakukan karena ada indikasi yang ingin memecah-belah bangsa Indonesia ini, memperalat isu agama sebagai sarananya" lanjut dia.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Masdar Hilmy mengimbau semua pihak tetap waspada terhadap isu-isu yang dibawa ke ranah politik.

"Yang kita waspadai yaitu isu agama untuk kepentingan politik. Walaupun masyarakat Indonesia mayoritas muslim tetapi belum yakin tentang keislaman yang mana yang benar. Sehingga apabila ada orang masuk mendoktrinkan suatu ideologi akan gampang terpengaruh," kata Masdar.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed