DetikNews
Jumat 07 Desember 2018, 19:04 WIB

Prabowo Dapat 40% di Survei Internal, PAN: Kalau Mau Nyinyir Boleh

Yulida Medistiara - detikNews
Prabowo Dapat 40% di Survei Internal, PAN: Kalau Mau Nyinyir Boleh Faldo Maldini. Foto: dok. Facebook
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membuat survei internal yang hasilnya Prabowo-Sandi dapat 40 persen, survei itu disebut akan segera menyusul capres pertahana. Salah satu Jubir BPN, Faldo Maldini, mempersilakan siapapun yang ingin nyinyir.

"Kalau kubu you know who mau nyinyir terus ya tidak apa-apa juga, sudah biasa kok, nyinyir itu dilindungi konstitusi, yang tidak boleh hina, black campaign, dan tabok-tabokan," kata Faldo ketika dihubungi, Jumat (7/12/2018).



Faldo mengaku belum sempat membaca hasil survei internal, tetapi dia sudah mendapat informasi dari Jubir BPN Prabowo-Sandiaga Uno yang lain, Andre Rosiade terkait survei internal yang angkanya terus meningkat. Oleh karena itu dia mengaku bersyukur dengan hasil survei internal.

Menurut Faldo kini giliran penantang melawan pertahana yang menurutnya memiliki modal lebih besar. Sementara Sandiaga harus menjual sahamnya terlebih dahulu untuk kampanye. Ia menambahkan meningkatnya hasil survei internal Prabowo-Sandi diduga karena semakin banyak mendapat dukungan masyarakat.

"Angka kami bisa mendekat kepada kandidat yang punya kapasitas anggaran sekitar Rp 10.000 T atau 5 tahun APBN, ya kami sangat bersyukur, seberapa pun dekatnya. Dulu kan petahana menang 53%, udah pegang anggaran lebih 8000T masih 53% surveynya, malah cenderung turun, artinya ada yang salah dengan kebijakannya. Saya duga itu sebabnya warga mau nyumbang ke kami sedikit demi sedikit. Artinya, publik masih memberi ruang untuk tawaran alternatif," ungkap Faldo yang juga politikus PAN.



Ia menambahkan, survei internal itu berguna untuk mengevaluasi hasil kerja timses Prabowo-Sandi. Dengan demikian jika hasil survei menunjukan peningkatan ia menilai warga sudah banyak yang mendukung program Prabowo-Sandi.

"Gunanya survey kan memang untuk mengevaluasi kerja tim kami. Apa yang disampaikan Bang Andre itu artinya BPN sudah bekerja dengan baik, warga sudah mulai menerima gagasan-gagasan dari Mas Bowo dan Bang Sandi, tidak lebih dari itu. Aneh juga komentar tim 01, biar semangat kami harus survey dulu? Tidak masuk akal sih," kata Faldo.

"Nggak perlu show of force pakai survey, bagi kubu petahana bikin saja kebijakan bener, biar kas tidak defisit, petani lokal terlindungi dari impor, dan ekonomi stabil. Kalau penantang, kasih kritik yang berkualitas dan tawaran yang jelas. Kalau ada kenaikan, berarti warga anggap tawaran kami jelas, tentu harus disempurnakan terus," imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membuat survei internal yang hasilnya Prabowo-Sandi mendapat 40 persen dan bakal menyalip Jokowi-Ma'ruf. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin lalu menyindir hasil survei itu.

"Kalau internal diklaim sudah nyalip ya biasa namanya juga internal ya. Kenapa mereka nggak sekalian ngomong kami sudah menang 100 persen dan Pak Jokowi sudah ketinggalan jauh? Itu saja sekalian biar asyik gitu menang dalam survei internal mereka," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, saat dihubungi.
(yld/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed