detikNews
Senin 03 Desember 2018, 15:00 WIB

Jejak Firman, dari Rusak Mobil BNN hingga Jadi Bandar Sabu 7,6 Kg

Raja Adil Siregar - detikNews
Jejak Firman, dari Rusak Mobil BNN hingga Jadi Bandar Sabu 7,6 Kg Ilustrasi (Dok. detikcom)
Palembang - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel kembali meringkus empat bandar narkoba di Palembang. Sabu seberat 7,6 kilogram disita. Selain itu, ada 500 butir pil ekstasi.

"Penangkapan sabu seberat total 7,6 kilogram dan ekstasi 500 butir ini kami dapat dari dua lokasi di Sumatera Selatan. Ada empat orang diamankan," kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain saat press release di Polda Sumsel, Senin (3/12/2018).

Keempat bandar tersebut adalah Firman (31), Maduk (41), Edy Bambang (31), dan Eni Kursni (41). Keempatnya merupakan warga Muara Enim. Adapun Firman adalah pecatan Polri.


Penangkapan dilakukan pada Kamis (29/11) di sebuah SPBU di Palembang saat polisi mendapatkan informasi bahwa Firman, Maduk, dan Edy akan bertransaksi.

"Saat penangkapan di TKP pertama ini, kami menemukan 2 kilogram sabu serta 500 butir ekstasi. Dari hasil pengembangan, sabu diketahui milik mertua Firman, Aji, yang kini masih mendekam di sel lapas Serong, Banyuasin," imbuh Zulkarnain.

Berdasarkan pengakuan Firman, sabu itu saat ini diambil alih sang ibu mertua, Erni, yang berada di Pabumulih. Tim langsung bergerak cepat dan menangkap Erni saat berada di rumahnya.

"Di sana, ditemukan paket sabu seberat 3 kilogram dan 4 stoples permen yang berisi sabu seberat 2,6 kilogram. Jadi total seluruhnya 7,6 kilogram sabu," tegas Kapolda.

"Untuk Firman, dia dipecat karena terlibat perusakan mobil anggota BNN saat akan menangkap jaringan mertuanya beberapa tahun lalu. Jadi ini jaringan satu keluarga di Sumsel," ucap jenderal bintang dua itu.

Sementara itu, saat ditanyai, Firman mengaku ingin menjalankan bisnis dari mertuanya. Mengingat keuntungan dia cukup besar dan sudah tidak lagi punya pekerjaan.

"Ini hanya menjalankan bisnis mertua. Apalagi saya dipecat dari polisi, tidak ada lagi pekerjaan tetap dan ibu mertua juga katanya memang ini dari bapak yang ditahan di lapas," terang Firman singkat.

Atas perbuatannya, para pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Polda Sumsel. Mereka terancam Pasal 114 ayat (2) dan 112 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Selain dengan pasal narkoba, mereka rencananya dijerat pasal berlapis tentang TPPU karena bisnis haram ini sendiri telah lama dijalankan.
(ras/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed