DetikNews
2018/12/02 13:41:59 WIB

Pidato Lengkap Habib Rizieq di Reuni Akbar Mujahid 212

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 3
Pidato Lengkap Habib Rizieq di Reuni Akbar Mujahid 212 Habib Rizieq Syihab


Saudaraku seiman dan seakidah, saudaraku sebangsa dan se-Tanah Air, melalui Reuni Akbar Mujahid 212 ini, marilah bersama kita renungkan sejenak kondisi bangsa dan negara kita dalam 5 tahun terakhir ini.

Selama ini di Negara Kesatuan Republik Indonesia kita sangat merasakan kuat indikasinya adanya gerakan sistematis dan struktural yang ingin menghancurkan sendi-sendi kehidupan beragama dan berbangsa, serta bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dengan menghalalkan segala cara.

Pertama pembiaran aliran sesat dan penodaan agama secara masif, para pelakunya dilindungi dan dibesarkan. Padahal agama apapun, agama apapun tidak boleh dinista dan dinodai. Apalagi Islam yang merupakan agama yang rahmatan lil alamin.


Kedua pembiaran kezaliman dan ketidakadilan, yang meruntuhkan sendi-sendi penegakkan hukum secara keji dan jahat. Sehingga sikap suka-suka kini menjadi landasan penegakkan hukum di Indonesia. Hasilnya yang disukai rezim bebas melanggar hukum, sedangkan yang tidak disukai rezim akan dikerjai dengan aneka rekayasa hukum.

Ketiga, pemberhalaan ekonomi neolib berdasarkan sistem utang ribawi yang telah mengundang penjajah asing yang kejam dan ganas serta bengis sehingga menghancurkan perekonomian rakyat jelata secara mengerikan. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, lapangan kerja dijarah asing, nilai mata uang terus merosot, pasar rakyat dilibas habis oleh konglomerat hitam, bahkan wong cilik kini mulai banyak yang kelaparan dan kekurangan gizi.

Yang keempat, pembiaran, pembiaran kemungkaran dan kemaksiatan seperti perdukunnan, koruspi, narkoba, miras, judi, pornografi, porno aksi, prostitusi dan LGBT, sehingga karena dibiarkan kemungkaran dan kemaksiatan merajalela, dan merusak generasi muda bangsa secara menakutkan. Sekaligus mengundang bencana di mana-mana. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Yang kelima pembudayaan dan pelestarian kebohongan Dalam pengelolaan negara, ironisnya bohong dijadikan tradisi dan dipertontonkan secara telanjang, bahkan dalam soal kecil sekalipun harus bohong. Rakyat terus menerus dicekoki berita-berita hoax dan fitnah, pernyataan-pernyataan yang penuh dusta dan bohong. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, nastagfirullahalzim, nastagfirullahalzim, nastagfirullahalzim min kulli zanbin azim wa natubu ilaihi.


Saudaraku seiman dan seakidah, saudaraku sebangsa dan se-Tanah Air, kondisi buruk dan gawat ini harus segera dihentikan. Kondisi buruk dan situasi yang sangat gawat dan berbahaya ini harus segera disetop dan tidak boleh dibiarkan, caranya kita wajib secara bersama-sama bersatu padu bahu membahu, wajib segera melakukan perubahan. Sekali lagi melakukan perubahan, sekali lagi melakukan perubahan, yaitu perubahan ke arah yang lebih baik.

Jangan lupa bahwasanya Allah SWT dalam surat Ar-Ra'ad ayat 11 berfirman dengan tegas, faqala ta'ala, innallaha la yugoyyiru ma biqaumin hatta yugoyyiru ma bianfusihim. Allah nyatakan dalam Al-Quran, dalam kitab sucinya, sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum atau suatu bangsa hingg mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Jadi jelas jika kita memohon kepada Allah SWT agar ada perubahan pada nasib bangsa dan negara, kalau kita memohon kepada Allah agar Allah merubah nasib bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik maka kita wajib berjuang untuk melakukan perubahan.

Dan Alhamdulillah wa syukru lillah, Allah SWT yang maha tinggi lagi maha agung telah memberi kesempatan luar biasa, telah menganugerahkan kepada bangsa Indonesia kesempatan emas untuk melakukan perubahan. Saat ini pintu perubahan sudah semakin dekat, saat ini pintu perubahan sudah ada di depan mata kita semua karenanya jangan disia-siakan, jangan disia-siakan, ayok, ayok kita bergandeng tangan merapatkan barisan menyatukan semua kekuatan untuk berjuang melakukan perubahan di NKRI ke arah yang lebih baik. Ayok ubah negara ini dari penuh maksiat menjadi penuh taat sehingga menjadi negara yang berkah. Ayok ubah negara dari penuh hoax dan fitnah, penuh dusta dan bohong, penuh zalim dan khianat, jadi negara yang penuh hak dan kejujuran, penuh kebaikan dan kebenaran, penuh adil dan amanah.


Ayo ubah negara dari ekonomi neolib, yang penuh utang dan riba jadi ekonomi halal yang penuh rahmat dan berkah. Ayok ubah negara dari demokrasi liberal jadi negara musyawarah mufakat yang sejati sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia selama ini. Ayo ubah negara yang penuh dengan kriminalisasi ulama dan terorisasi ormas serta liberalisasi pendidikan, menjadi negara yang memuliakan ulama dan mengayomi ormas serta memajukan pendidikan dengan al-akhlakul karimah.

Ayo, ayo, ayo selamatkan NKRI dengan perubahan, Insya Allah kalau kita sudah berjuang dengan ikhlas bahu membahu bekerja keras penuh pengorbanan, Insya Allah akan datang bagi bangsa dan negara Indonesia ke arah yang lebih baik. Amin, amin, amin ya rabbal alamin.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed