DetikNews
Kamis 29 November 2018, 16:28 WIB

Polisi Dalami Unsur Prostitusi di Kasus Pembunuhan Ciktuti

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polisi Dalami Unsur Prostitusi di Kasus Pembunuhan Ciktuti Rekonstruksi Pembunuhan Ciktuti Iin Puspita. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Polisi menemukan sejumlah fakta baru mengenai kasus pembunuhan Ciktuti Iin Puspita di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Polisi kini mendalami unsur prostitusi dalam kasus itu.

"Itu yang lagi kita dalami (soal prostitusi) karena pascakegiatan sampai pagi hari itu setelah mereka nyanyi mereka pergi masing-masing, artinya NR ini masing-masing sendiri dia dengan tamunya itu," kata Kapolres Jaksel Kombes Indra Jafar di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (29/11/2018).


Indra mengatakan Ciktuti, tersangka NR, dan seorang temannya awalnya berjanjian dengan empat tamu di sebuah hotel di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Pertemuan itu disebut polisi bukan dalam rangka pekerjaan.

Ciktuti, NR, dan seorang temannya berangkat ke hotel dengan memesan taksi online. Selama di perjalanan, Ciktuti dan NR juga diketahui kerap cekcok karena korban merasa risi.

Sesampai di hotel, ketiga orang itu bertemu dengan empat tamu. Setelah selesai berkaraoke, Ciktuti, NR, dan temannya pergi dengan tamu ke hotel yang berbeda-beda.

"Bukan di tempat (hotel) itu, ini yang lagi kita dalami tamunya, pergi ke hotel mana," ujar Indra.


Singkat cerita, mereka kembali ke tempat masing-masing. Namun tersangka NR mengeluh karena uang yang diterimanya tak sesuai dengan yang dijanjikan di awal.

Alih-alih mendapatkan simpati Ciktuti, NR malah dimarahi. NR, yang juga kerap menumpang di kosan Ciktuti, diminta bersyukur meskipun tak mendapat uang seperti yang dijanjikan.

"Jadi intinya, korban ini menegur 'kamu bersyukur pokoknya' macem-macemlah. Keraslah. 'Ini kamu pergi aja dari sini ini kamu ganggu saya aja' gitu. 'Kamu sedikit-sedikit lapor'. Lapor sama pacarnya itu," ujar Indra menirukan cekcok antara korban dan tersangka.

NR tak terima dengan omongan Ciktuti. NR kemudian menghubungi pacarnya, YAP. YAP naik pitam dan terlibat cekcok dalam sambungan telepon dengan korban.

Cekcok berlanjut pada Minggu (18/11), saat korban datang ke rumah kos. Setelah bertengkar, YAP memukulkan palu ke kepala korban dan mengikat leher Ciktuti Iin Puspita dengan tali. Setelah itu, mayat korban dimasukkan ke lemari.
(knv/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed