DetikNews
Kamis 29 November 2018, 11:47 WIB

Polisi Temukan Hotel Tempat Bertemunya Ciktuti, NR, dan Tamu

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polisi Temukan Hotel Tempat Bertemunya Ciktuti, NR, dan Tamu Rekonstruksi Pembunuhan Ciktuti IIn Puspita (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Polisi sudah menemukan hotel karaoke tempat bertemunya Ciktuti Iin Puspita, tersangka NR, dan para tamu sebelum kejadian pembunuhan di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Temuan mengenai hotel tersebut masih dikoordinasikan polisi dengan pihak terkait.

"Hotelnya sudah ditemukan. Masih kita koordinasikan. (Hotel) di wilayah Jakpus," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya Ghalib kepada detikcom, Kamis (29/11/2018).

Andi mengatakan pihaknya juga sudah memeriksa saksi kunci dalam kasus pembunuhan tersebut. Saksi kunci itu merupakan teman korban.

"Ada temannya korban. Sudah kita periksa," ujarnya.






Andi mengatakan Ciktuti sempat merasa risi atas sikap NR yang menumpang di kamar kos korban. NR juga diketahui kerap bermesra-mesraan di kosan Ciktuti.

"Jadi dia numpang di situ, si korban ini. Dua orang itu kan pacaran karena merasa risi, mereka pacaran. Ya mesra-mesraan gitu. Terganggu," ujar Andi.

Andi menyebut tersangka NR sempat mempunyai kesepakatan dengan Ciktuti untuk ikut membantu membayar kosan. Namun uang untuk kosan itu tak juga dibayarkan karena tersangka tak mempunyai uang.

Selain itu, tersangka NR meminta dicarikan pekerjaan kepada Ciktuti. Namun, menurut Andi, Ciktuti merasa risi karena NR sering melapor mengenai pekerjaannya itu kepada pacarnya, YAP.

Persoalan ini semakin memuncak tatkala NR diusir dari kosan Ciktuti, tapi dia masih meminta dicarikan pekerjaan kepada korban. Ciktuti pun akhirnya membawa NR bekerja di sebuah hotel karaoke.






Namun setelah pekerjaan selesai, NR tak menerima uang seperti yang dijanjikan. Dia mengadukan hal tersebut kepada Ciktuti tapi malah dimarahi.

"Terus dijanjikan sama tamunya Rp 1,8 juta, kok ternyata dikasih Rp 500 ribu. Tapi sikapnya si korban kok tidak berempati, malah bilang, 'Untung masih dibayar kan...,' itu yang buat marah tuh. Pada saat kejadian itu, datang lagi malah diusir lagi. Ditanyain kenapa hanya bayar segitu? Malah marah-marah. Jadi karena itu," beber Andi.






Setelah itu, NR menghubungi pacarnya, YAP. YAP naik pitam dan terlibat cekcok dalam sambungan telepon dengan korban.

Cekcok berlanjut pada Minggu (18/11), saat korban datang ke rumah kos. Setelah bertengkar, YAP memukulkan palu ke kepala korban dan mengikat leher Ciktuti Iin Puspita dengan tali. Setelah itu, mayat korban dimasukkan ke lemari.
(knv/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed