detikNews
Jumat 23 November 2018, 17:52 WIB

3 Penghipnotis WN China Ditangkap di Sumsel

Raja Adil Siregar - detikNews
3 Penghipnotis WN China Ditangkap di Sumsel Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Palembang - Polda Sumsel menangkap lima pelaku hipnotis warga Palembang yang mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta. Dari lima pelaku, tiga di antaranya warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.

"Kemarin kami telah menangkap pelaku hipnotis terhadap warga di Palembang yang mengalami kerugian ratusan juta. Setelah ditangkap, ternyata ada pelaku dari WNA asal Tiongkok," kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain saat ditemui di Mapolda Sumsel, Jumat (23/11/2018).

Adapun kelima pelaku yakni, Huang Sunpo, Si Lin Zheng, Alice Tan WNA asal Tiongkok dan Thijia Djuk Fung, serta Nga Li Sian warga DKI Jakarta.

Menurut Kapolda, Alice Tan ini sengaja datang ke Indonesia lebih awal supaya bisa mengenali daerah. Selain itu, Alice saat ini sudah bisa bahasa Indonesia.

"Alice ini datang sudah lama, jadi ketika ditanya dia menjawab dengan bahasa Indonesia. Dia sudah belajar sejak jauh hari sebelum beraksi pada 18 Oktober lalu," kata Kapolda.

Kelima pelaku, kata Kapolda, ditangkap di perbatasan Lampung saat akan kabur setelah menghipnotis korbannya, Yuli di Kalidoni, Palembang. Yuli dihipnotis secara bertahap, mulai dari Rp 120 juta hingga Rp 450 juta.

"Modusnya dengan pengobatan, mereka menyebut korban akan mengalami sakit, akan mengalami masalah jika tida segra diselesaikan. Untuk penanganannya ya korban dimintai sejumlah uang, tetapi ini saat memberi uang sudah kena hipnotis," sambungnya.

"Bukan uang saja, ada juga emas yang mereka ambil. Makanya bisa mencapai Rp 450 jutaan. Mereka keliling-keliling di daerah Sumatera, seperti di Aceh, Riau, Jambi, Lubuklinggau dan akhirnya kami tangkap di Lampung," katanya.

Tidak hanya melakukan hipnotis, Si Lin Zheng bahkan turut memalsukan salah satu identitasnya berupa KTP. Identitas dipalsukan untuk meyakinkan korban.

"KTP ada yang dipalsukan dan ini masih kami dalami. Yang jelas mereka adalah para hipnotis jaringan WNA, jadi mereka sengaja merekrut warga Indonesia untuk membantu mereka dengan upah sekian," kata mantan Kapolda Riau ini.

Atas perbuatanya, para pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Polda Sumsel. Beberapa barang bukti berupa tisue dan serbuk putih turut diamanakan. Ada pula 5 kartu identitas para pelaku yang telah diamankan.
(ras/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed